Huwaaa .. ternyata hari ini sudah tanggal 1 Februari 2026. voilah... Betapa cepatnya waktu berlalu. Tiba -tiba sudah masuk bulan kedua di tahun 2026 saja. Eh.. terus apa yang sudah saya lakukan ya, di bulan perdana kemarin?
Jujur belum banyak, sih. Itu karena alur rezeki juga masih melambat di awal tahun. Walau begitu, ada saja rezeki, termasuk pekerjaan di bulan Desember 2025 yang feenya masuk di bulan Januari. Alhamdulillah
Jalan-jalan dulu ah..
Makanya malam Minggu 31 Januari 2026, saya kok kepikiran ingin jalan-jalan dulu. Pokoknya keluar rumah dulu menghirup udara segar hahaha.. Minimal mengurangi muatan di kepala. Biar nanti pas bulan Februari sudah bersemangat.
Dan sebenarnya, sabtu pagi 31 Januari itu, saya sudah kepikiran mau jalan. Tapi belum ada tujuan. Terus pas paginya juga hujan. Padahal kalau mau jalan sih, jalan saja, ya. Hujan bukan penghalang pergi jalan-jalan hehehe.
Yuk, Berangkat!
Tiba-tiba saja, saya kepikiran mau ke stasiun Rangkasbitung. Saya memang belum pernah ke sana lagi sejak selesai direnovasi. Padahal lihat postingan teman-teman yang sudah ke sana, kayaknya keren banget. Makanya saya jadi penasaran hehehe.
Makanya setelah menyelesaikan urusan logistik di rumah termasuk keperluan ibu saya, saya pun melangkah meninggalkan rumah. Saya sengaja naik Transjakarta dari halte Transjakarta Kompleks Pelni ke stasiun Depok Baru.
Hanya... Saya lupa kalau jam 8 pagi itu masih Car Free Day Depok, di mana jalan Margonda Raya menuju ke Stasiun Depok Baru masih ditutup. Maka Transjakarta pun hanya sampai di ujung jalan Juanda, lalu muter lagi menuju halte Cawang Sentral. Saya pun terpaksa turun di ujung jalan Juanda, lalu lanjut berjalan kaki ke stasiun Pondok Cina. Ga apa... sudah biasa hahaha.
Naik KRL Sambung Menyambung
Tidak lama saya pun sudah sampai di stasiun Pondok Cina. Setelah tap kartu, saya langsung menuju peron, lalu duduk tampan rupawan menunggu KRL yang datang. Lima menit kemudian KRL tujuan Jakarta Kota yang saya tunggu sudah datang. Saya pun bergegas masuk ke dalam gerbong. Eh.. Alhamdulillah dapat duduk sampai stasiun Manggarai.
![]() |
| Senyum ceria di stasiun Pondok Cina |
Tiba di stasiun Manggarai, Kemudian saya lanjut naik KRL jurusan Tanah Abang. Baru setelah itu lanjut tujuan Rangkasbitung. Kelihatannnya ribet ya, karena harus sambung menyambung KRL. Sebenarnya tidak, apalagi kalau sudah tahu perpindahan peronnya dan hapal jalurnya. Tinggal sat set. Bahkan kalau masih bingung, bisa bertanya juga. Apalagi papan petunjuk juga sudah jelas. Saya juga awalnya begitu. Ala bisa karena biasa.
![]() |
| Penumpang di stasiun Manggarai |
Wah penumpang yang menunggu KRL tujuan Rangkasbitung lumayan banyak nih. Hanya karena ini pemberangkatan awal, jadi bisa rebutan naik untuk dapat tempat duduk. Dan Alhamdulillah dapat tempat duduk. Saya oun duduk tampan rupawan manjah dari Tanah Abang sampai Rangkasbitung henehe
Karena dapat tempat duduk, maka saya pun sempat buka hape. Agar perjanana tak terasa lama, saya pun Blogwalking ke blog teman-teman. Salah satunya ke blog Mbak Dian Restu Agustina yang mempunyai banyak cerita menarik dan menginspirasi. Salah satunya saat Mbak Dian Pengalaman Mudik Pakai Listrik. Wah.. ternyata bisa, ya.
Sekitar pukul 11 siang, saya sampai di Stasiun Rangkasbitung. Benar.. penampilan stasiun Rangkasbitung sudah keceh sekali. Begitu sampai, saya neiak fulu ke lantai atas untuk keluar stasiun. Toiletnya juga sudah keren. Berbeda dulu pas renoasi, toiletya masih sementara. Cerita tentang stasiun Rangkasbitusng ini akan saya ceritakan di postingan berikutnya ya..
Bekunjung ke alun-alun dan Museum Multatuli
Sejak awal tujuan saya ke Rangkasbitung memang mau berkunjung ke museum Multatuli. Hanya masalanya, saya tidak tahu di mana letaknya. Maka sambil berjalan keluar stasiun Rangkasbitung, saya pun memperjelas infonya. Harus mengandalkan GPS lokal nih, alias bertanya pada warga lokal hehehe.
Pertama saya bertanya kepada bapak penjual gula merah. Katanya jauh. Naik becak, angkot, atau becak saja. Tapi saya cek di maps bisa kok jalan kaki.
Terus saya bertanya lagi dengan ibu penjual buah. Katanya, saya jalan lurus saja, lalu belok kiri, kemudian jalan lurus saja ke arah alun-alun. Nah, museum Multatuli itu dekat alun-alun. Wah.. kebetulan nih, ibarat pepatah, sekali mendayung, 2 pulau terlampaui hehehe. Saya semakin bersemangat berjalan menuju ke sana
Rintik - rintik hujan, mulai menyapa saya. Tapi saya tenang saja. Sudah ada payung lipat di kantong samping tas ransel saya. Berharap sih, hujn tidak jadi deras. Dan Alhamdulillah, hujan berhenti.
Hati saya seneng karena di kejauhan sudah tampak alun-alun. Malahan terlihat plang alu-alau Rangkasbitung. Saya pu mempercepat langkah, agar ia sedgera berselfie di depannnya. Kurang afdol kan, kalau bekinjung ke seuah alun-alun, tapi tidak foto di tulisan namanya. Tapi saya harus bersabar dulu, karena maish ad orang yang berfoto.
Akhirnya ribs giliran saya. Saya keluarkan tripod kecil hasil beli online seharga 12 ribu. Sangat membantu sih, daripada minta tolong orang yang terkadang hasilnya tak sesuai keinginan hehehe. Pasang hape, pasang toerr, lslri ke titik foto, taraaa... Dapat juga walau agak black light.
Setelah itu, saya memutuskan untuk duduk sejenak di pendopo. Tarik napas dulu, sebalum akhirnya saya melangkah ke museum Multatuli. Ceita lengkapnya di postingan selanjutnya ya. Saya Kasih bocoran 1 foto saya dulu selama di sana.
pokoknya seru sekali jalan-jalan ke Rangkasbitung kali ini. Pastinya saat pulang, bukan saja pikiran saya jadi fresh, saya juga bawa oleh-oleh beberapa cerita untuk postingan blog. Insya Allah, saya akan semakin bersemangat menulis di bulan Februari 2026 ini. Aamin...






Komentar
Posting Komentar