Menyusuri Museum Penerangan di TMII
Sekali mendayung 2-3 pulau terlampau.
Pepatah ini memang cocok sekali untuk menggambarkan aktivitas saya hari ini, hari kamis, 20 Marwt 2025. Sekali datang ke Museum Penerangan di Taman Mini Indonesia, saya bisa mendapatkan 3 hal. selain saya bisa berkeliling museum penerangan, saya juga bisa bertemu teman-teman dari Komik (Kompasianers Only Movie), plus ikut muspen tslk Bersama kelas Liarsip yang membahas Behind the Lens Ratna Asnara sutradara perempuanpertama di Indonesia dalam rangka Hari Film Nasional yang diperingati setiap 30 Maret.
Semua dari Mbak Dewi
Semua berawal dari ajakan Mbak Dewi Puspa, selaku founder komik. Karena Taman Mini Indonesia Indah tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya di Depok, maka saya mau ikutan, walau awalnya saya agak bentrok dengan jadwal jemput anak sekolah.
Namun Alhamdulillah semesta mendukung. Selepas ulangan berakhir di hari senin, lalu ada kegiatan lain di hari selasa, ternyata krucil saya kurang enak badan. Kayakanya dia kena elergi udara yang membuat tubuhnya merah-merah. Akhirnya hari Rabu dia istirahat di rumah saja. Karena belum baikan, bablas kamis saja. Apalagi jumat Sudah libur. Kamis hanya diisi buka puasa Bersama. Saya pun mengontak Mbak Dewi Kembali. Alhamdullah slot masih ada.
Bersiap ke TMII
Kamis pagi, pukul setengah 7 saya sudah mandi. Kok pagi benar, kan acara baru pukul 1 siang? Jadi sebelum ke TMII, saya akan menggambilkan THR ibu saya dulu di kantor pos. Jadi karena ibu saya masih kurang sehat, jadi saya yang mengambilkan dulu. Pertama saya mengambil resinya dulu. Kemudian saya bawa pulang. Ibu saya tanda tangan dan saya foto. Setelah itu saya Kembali lagi ke kantor pos, baru dibayarkan.
Kelar urusan Ibu saya, pukul 11 siang saya sudah melajukan motor saya ke TMII. Alhamdulilah perjalanan lancar. Saya pun tidak terlalu memacu motor saya. Pukul 12 siang lewat sedikit, saya sudah sampai di pintu 3 Taman Mini Indonesia Indah.
Sejenak sayya bingung. Museum penerangan itu di mana, ya? Saya sudah 3 kali ke taman Mini, tapi belum pernah ke museum penerangan. Petugas penjaga pintu mengarahkan saya lurus, mentok belok kanan. Nanun ternyata itu bukan arah museum melainkan parkir motor hahaha.
Makanya saya pun bertanya pada sopir taksi yang berada di sektita. Jasdi saya parkir dulu, kemudian masuk ke sebuah gerbang lagi. Nanti boleh naik mobil yang akan mengantar ke Lokasi.
Karena tidak mau menunggu, akhirnya saya memutuskan berjalan kaki saja. Dan dekat kok. MUseum penerangan berada persis di depan anjungan Propinsi Riau.
Pertama kalinya ke Museum Penerangan
Karena bari pertama kali ke Museum Penerangan, jadi seperti biasa saya sangat eksaitit. Baru di depan, saya Sudah dibuat kagum dengan tugu di depan Gedung museum. Ini tugu apa, ya? tanya saya sendiri. Entah saya ke mana saja jadi tidak tahu.
Ternyata tugu itu Bernama tugu Api Pancasila yang merupakan simbol semangat dan komitmen para jurnalis dan petugas penerangan dalam menyebarkan informasi dan memperjuangan kebenaran. Pantas tampak 5 patung jurnalis dalam berbagai pose.
Setelah mengambil foto tugu api Pancasila, saya pun bergegas ke musala dulu yang juga berada di agak samping Gedung. Kelar salat Dhuzur, sata langsung registrasi. Ternyata Mbak Emma dan Mbak Fenni sudah datang.
Menyusuri Museum Penerangan
Karena acara bweum dimulai, saya pun punyai kesempatan berkeliling dulu museum penerangan yang dibangun tahun 1993 ini. Wah.. lagi-lagi karena baru pertama kali dari pintu mausk saja, saya susah langsung disuguhkan informasi yang bermanfaat,
Saya pun semakin antusiasmenyusuri musum penerangan. Saya pun sempat bernostalgia saat di are TVRI. Ada penyiar TVRI zaman saya kecil. Yang paling melekat di inggatan saya adalah Ibu Sri Maryati. Kenapa? Kerena saya suka nonton Aneka Ria Safari dan Aneka Ria Nusantara Safari Bersama 2 kakak saya hehehe. Selain Aneka Ria Safarim, ada Selekta Pop dan Kamera Ria.
Saya paling happy saat berada di bagian boneka si unyil. Saya langsung seperti terlempar ke 40 tahun silam, saat saya msih anak-anak dan menantikan penyanagan boneka si unyil di TVRI
Sebenarnya saya sudah pernah melihat boneka si unyil dan lainnya di museum boneka di kota tua dalam kaca. Dan yang di museum penerangan ini lebh lengkap, terus lengkap dengnan setnya. Saya jadi bisa melongok ke dalam. Oh… ternyata dulu orang yang memainkan boneka si unyil itu di bawah.
Karena waktu muspen Talk akan segera dimualai, maka saya pun mempercepat keberadaan saya di dalam museu penerangan. Tampak dirama Pak soeharto dan Bu tien saat berdialog dengan Masyarat.
Pokoknya keren museum penerangaan. Besok saya akan ajak adik saya sini, biar para kepoonakan bisa beeljat juga danmengenal Sejarah penerangan Indonesia

.jpeg)
.jpeg)
Apalagi ada si Unyil
Aku dulu sudah dikasih tahu bapak kalau yang goyangin boneka ada di bawah haha
Saya ga percaya karena menganggap Unyil itu beneran boneka yang bisa bergerak
Jadi ingat dulu kalau acara Dunia Dalam Berita sudah mulai berarti saatnya tidur karena jam 9 malam.
Patung Tugu Api Pancasila di depan museum, yang menggambarkan lima jurnalis dalam berbagai pose, merupakan simbol semangat dan komitmen para jurnalis serta petugas penerangan dalam menyebarkan informasi dan memperjuangkan kebenaran.
Bagian yang menampilkan boneka Si Unyil jadi bikin ingat waktu kecil, yg sukaaak banget nonton Unyil sama temen2nya. Menariknya, di museum ini, pengunjung dapat melihat set lengkap dan memahami bagaimana boneka tersebut dimainkan, wah, rasa penasaran masa kecil bisa jadi terbayar di sini.
Museum Penerangan di TMII jadi pengingat buat kita mengenai pentingnya peran media dan komunikasi dalam membentuk masyarakat kita juga ya.
Sepertinya ini merujuk pada 'Penerangan' pada zaman Presiden Soeharto, ya. Dulu kan ada Departemen Penerangan yang dipimpin oleh Pak Harmoko kalau tidak salah, yang mengurusi hal-hal informasi, termasuk informasi di televisi, CMIIW
Aku pikir bakalan diberi naman Museum Dunia Dalam Berita.
Hihii.. mengingat ada sejarah berita Indonesia zaman siaran televisi masih berjaya.
TMII sebegitu luasnya, alhamdulillah mas Bams segera menemukan lokasi Museum Penerangan dan bisa mengikuti serangkaian 3 acara sekaligus di hari itu.
MashaAllaa... nikmat sehat yaa, mas Bams.. bisa terus jalin silaturahm dan mencari ilmu.
Kalau si Unyil mah jadi favoritnya semua anak jaman dulu ya, hahaha.
Dulu tuh kagum kok bisa gitu boneka jalan, ternyata ada yang gerakin bonekanya dari bawah :D
Iya saya udah datang, cuma ngetem dulu di mushola karena sambil publish artikel hahah
Mgkn hrs ubah cara menyampaikan visual museum ini ke khalayak biar ga terkesan memajang benda2 mati yak Pak Bams. Bs dibuat kayak video. Jd kita yg menikmati bisa tahu lebih detail.
Jd kangen sih acara Unyil dan siaran Dunia Dalam Berita di TVRI pas jam9 malam. Haha. Ketahuan banget nih umurnya kita.
Salam buat mbak Dewi Puspa yg makin getol dgn Komunitas Komiknya. Smg mkn berjaya dan mengenalkan perfilman dan sekitarnya utk bs dikenal lbh banyak org lagi ya.
Dan aku sendiri baru tau, mungkin dulu waktu SD ke TMII, aku gak merhatikan sekitar dan ga tau itu bangunan apa
aduhaii aku pengin mampir sini jugaak. kapan2 kalo ada rezeki cuss jkt dan le TMII gasss💪🚀
Beliau kerja di Departemen Penerangan
Beberapa benda yang dipamerkan di sini sering diceritakan oleh papaku
Semoga someday aku bisa ajak anak anak main ke TMII dan berkunjung ke museum ini
Jadi bawa banyak cerita dan pengalaman berharga juga. Apalagi secara lokasi TMII cukup mudah dijangkau pake kendaraan umum juga nih.
Aku kangen juga si konten-konten TV jaman dulu. Meskipun nggak yang ngerasain iuran TV bulanan, tapi entah kenapa konten dulu tuh banyak kenangannya mas. Nggak seperti zaman sekarang yang sudah lebih terfragmentasi dan aneh-aneh.
Sekarang Udah dihapuskan.
Penerangan bukan untuk lampu tapi dunia pertelevisian