Perjalanan Seru Pergi Pulang Bogor-Cipanas lewat Jalur Puncak
![]() |
| Foto : Dewi Puspa |
Selama ini, saya selalu mendengar orang pergi liburan ke puncak Bogor yang memang sepertinya mempunyai magnet tersendiri. Kadang kalau ada long weekend, pasti orang akan berbondong-bondong ke puncak.
Makanya saya langsung teringat pernah nonton di televisi, liputan orang-orang yang menawarkan penginapan atau villa di pun pak Bogor. Mereka berdiri atau duduk di sepanjang jalan sambi memegang papan bertuliskan "Sewa Villa. Atau pernah juga saya menonton jasa Ganjal ban mobil saat posisi mobil sedang berada di tanjakan dan sedang macet.
Ke Puncak Bogor, yuk!
Rabu 26 Februari 2025, akhirnya saya merasakan sendiri perjalanan pergi pulang Bogor-Cipanas melalui puncak Bogor. Jadi ceritanya, saya diajak oleh ClicKompasiana & Kreatoria berkunjung ke Istana Kepresidenan Cipanas. Tentu saja saya senang sekali. Seperti mimpi saja bisa menginjakkan kaki di istana Kepresidenan seluas 26 Hektar itu.
![]() |
| Foto : Kang Bugi |
Saya berangkat pagi naik KRL dari stasiun Pondok Cina Depok menuju stasiun Bogor yang merupakan titik kumpul. Setelah semua rombongan yang berjumlah 11 orang berkumpul, kami pun dibagi
menjadi 2 grup. Saya sendiri ikut mobil Pak Bugi Bersama Pak Sutiono, Mbak Dewi Puspa, dan Mas Daniel.Sedangkan Bu Muthia, Mas Ikhsan, Mbak Sukma, Mba Dewi Nuryanti, dan Mbak Amelia ikut mobil Mbak Sita.
![]() |
| Foto : Sukama |
Perjalanan Alhamdulillah dari stasiun Bogor ke Cipanas berjalan lancar yang hanya ditempuh kurang lebih 2 jam perjalanan. Dan ini menjadi pengalaman seru bagi saya. Awalnya saya mengira baru pertama kali melewati jalur puncak Bogor ini. Ternyata, saya pernah ikut Gathering tempat saya bekerja dulu sekitar awal tahun 2000. Tapi jelas saja berbeda, pengalaman naik bus dengan naik mobil. Naik mobil kelokan lebih terasa, menanjak, lalu menurun. Saya juga bisa lebih leluasa mengamati pemandangan indah selama perjalanan.
Banyak Cerita Selama Perjalanan Berangkat
Ternyata banyak cerita selama perjalanan. Terutama Pak Bugi yang banyak berbagi cerita. Misalnya dulu itu di sepanjang Kawasan puncak banyak berdiri warung-warung yang berjualan makanan dan minuman. Sekarang sudah tidak ada, sehingga memang tampak lebih rapi dan bersih.
![]() |
| Foto : Dewi Puspa |
Kemudian rumah makan Rindu Alami yang sejak dulu sudah sangat terkenal, teryata tampilannya sudah berganti. Dulu saat saya lihat di foto. Kemarin itu sudah lebih didominasi dengan warna cokelat.
Nah, di jalur puncak Bogor juga banyak wisata Cimory. Kalau saya tidak salah menghitung, ada 3 tempat wisatanya. Dan inilah yang menjadi salah satu daya tarik puncak Bogor sebagai daerah tujuan wisata.
Satu lagi yang khas di perjalanan kemarin, banyak penjual gemblong. Para penjual menjajakan gemblong dengan sudah dimasukkan dalam kresek. Jadi saat jalanan macet atau padat merayap, maka penjual gemblong akan mulai mendekati para pengendara. O, iya. Gemblong ini mirip dengan kue Taripang di Makassar.
Pulang Berselimutkan Kabut
Pukul 12 siang, saya dan teman-teman sudah selesai mengunjungi Istana Kepresidenan Cipanas. Sebelum pulang, kami mampir dulu menikmati Sate Maranggi di warung Sariasih. Berhubung makan siang, pengunjug ramai. Tapi tidak sampai lama menunggu pesanan.
Perut kenyang, hati senang, maka saatnya Kembali ke stasiun Bogor tempat titik kumpul awal. Rombongan Kembali bergabung di mobil masing-masing. Formasi tetap sama saat akan berangkat.
Berbeda saat perjalanan ke Cipanas yang terbilang lancar jaya, aman, damai sentosam perjalanan pulang agak tersendat. Rata-rata karena ada pertigan, jadi harus saling mengantre jalan. Padahal ini hari biasa. Saya membayangkan kalau pas weekend, long weekend, atau bahkan hari libur nasional. Perlu kesabaran tingkat Dewa-Dewi hehehe.
![]() |
| Foto : Dewi Puspa |
Saat setengah perjalanan, kabut mulai turun. Awalnya tipis, lalu lama-lama kok semakin tebal. Untunglah, Pak Bugi sudah setara pembalap F1. Beliau dengan tenang mengemudikan mobil menembus kabut. Dan Rata-rata ini pengalaman pertama Bagi kami semua menembus kabut tebal. Sayang saya tidak mendokumentasikan pengalaman seru ini.
Alhamdulillah pukul setengah 4 sore, kami sudah sampai di kota Bogor. Rencana mau mampir ke beberapa tempat di sepanjang perjalanan pulang terpaksa ditunda dulu.
Itulah pengalaman seru perjalanan pulang pergi Bogor-Cipanas melewati jalur puncak Bogor. Jadi menambah pengalaman baru lagi bagi saya. Terima kasih CliKompasiana & Kreatoria yang sudah mengajak saya jalan-jalan seru. Terima kasih, teman-teman semua. Sampai jumpa lagi di jalan-jalan berikutnya...
Bambang Irwanto



.jpeg)

.jpeg)
Suasananya sejuk banget ya dan masyarakat juga ikut untung berkat banyaknya wisatawan. Mulai dari jualan gemblong sampai kasih jasa ganjel ban mobil.
ah jadi kangen masa itu.
Setidaknya jadi satu artikel liputan
Bisa setoran challange traveleran hehe
Saya berusaha maksimal yang saya bisa dulu sekarang karena bolak balik drop tuh gak enak
Kalo ngomongin puncak emg ga bs lepas de wisata vila itu. Hehe. Padahal ngadem di warung sambil makan mie rebus atau jagung bakar dan ngelihat pemandangan itu udah nikmat bgt.
Apalagi ini diajak sampe ke Istana Cipanas. Seru bgt tuh. Masuk istana Bogor aja blm pernah. Apalagi Istana Merdeka. Hehe. Smg suatu saat bs ikut wisata ke sana ya.
Dan bener, mas Bams.. Jalurnya sering padat merayap. Meski ada di weekend pun, jalur ini terbilang "jalur gemuk" terutama bagi yang ingin menghabiskan waktu. Banyak hal yang bisa di eksplor di sepanjang jalan di Puncak.
Pantas aja jadi tempat wisata utama secara ada 3 kompleks cimory dalam satu daerah jadi semua wisatawan menuju arah yg sama
Aku ga tau puncak yg skr, tp dulu ingetnya sejuk, banyak penjual makanan, walaupun pernah juga terjebak macetnya mas 🤣. Pas lebaran. Ga ush tanyalah butuh berapa jam hahahahah.
Sejak itu ga akan mau ke puncak di saat peak season . Cari low season aja.
Cimory nya udh 3??
Pas dulu kayaknya msh 2. Waaah aku blm datangin yg terbarunya berarti
Seru banget liburan ke Puncak. Jadi pengen ke sana juga.
waw, seru juga ya bisa ke istana kepresidenan. aku juga blm pernah pak hihi
Menarik nih, bisa makan bareng. Kalau sudah makan kenyang, mood meningkat ya. Dan bener sih sore dikit puncak akan banyak kabut. Jadi mesti di supirin sama yang ahli banget supaya perjalanan enjoy.
Aku dulu saat kerja di jakarta, juga mainnya ke puncak
Emang seru sih jalan jalan ke puncak