Serunya 2 Hari Ikut Free Guided Walking Tour kota Tua
Hari Selasa itu saya iseng scroll Instagram. Lalu tiba-tiba di beranda saya muncul postingan sebuah free guided walking tour dari Kota Tua. Eh.. saya langsung tertariknya untuk ikut. Dan kok saya baru tahu ya. Padahal sudah lama acara ini sudah lama berlangsung.
Esoknya hari Rabu saya langsung coba klik link daftar. Tapi ternyata tidak menerima peserta mandiri atau perongan hari itu, karena sudah ada rombongan. Berarti harus coba lagi di hari lain.
Hari kamis saya ada tugas menulis yang harus diselesaikan. Jadi saya memutuskan ngadem saja di rumah. Lagian kayaknya cuaca panas benar hehehe. Hari Jumat walau tanggal merah saya tidak ambil. Entah kenapa saya malas bepergian hari Jumat karena merasa waktunya terpotong jumatan. Gaya benar saya ini, ya hahaha.
Saya pun memutuskan untuk coba daftar Sabtu saja. Sabtu pas karena tidak perlu antar jemput anak sekolah plus ada kakak Perempuan yang menemani ibu saya. Tapi paginya saya tetap santai. Apalagi belum daftar
Sekitar pukul 6 Pagi saya baru coba buka link pendaftarannya. Alhamdulillah terbuka pendaftaran peserta. Saya pun langsung daftar. Saya bergegas mandi, dan berangkat ke Pondok Cina Depok pukul setengah 8.
Meluncur ke Kota Tua
Alhamdulillah, Perjalanan lancar. Pukul 9 kurang saya sudah sampai di Kota Tua. Wow... Long wiken ini ramai sekali. Padahal masih pagi hari. Kawasan Museum Fatahillah dan sekitarnya memang tempat seru untuk beraktivitas.
Tapi.. saya sempat binghung hahaha. Di mana ya, titik kumpulnya. Tapi kuncinya harus bertanya ya. Malu bertanya, ya pasti tidak tahu. Akhirnya saya bertanya pada petugas di museum Fatahillah.
Alamak.. ternyata KOTIC itu berada di samping museum seni dan keramik. Jadi sebuah box berwarna orange tempat bertanya informasi seputar Kota Tua. Saya pun menuju ke sana. Dan ternyata sudah banyak yang menunggu waking tour pagi ini.
Pukul 9 pagi walking tour dimulai dengan pemandu Mbak Tsani. Soalnya rutenya seputar Kota Tua, lalu ke stasiun Kota, dan berakhir di galeri MRT yang berada di dalam setasiun kota Tua. Pokoknya seru sekali. Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan.
![]() |
| foto : Tsani |
Tour pagi selesai kurang pukul 12 siang. Saat sebenarnya berencana akan pulang saja. Tapi saya langsung berpikir, mau ikut walking tour sesi sore yang dimualai pukul 15.00 WIB. Mumpung saya punya waktu luang.
Tapi… saya Kembali bimbang. Waktunya masih lama. Aah.. tidak masalah soal menunggu. Cuma nunggu sampai jam 3 kok. Iya cuma 3 Jam. Keciiiil hahaha gaya benar saya ini. Soalnya saya malah pernah nunggu 12 jam di Bandara Juanda Surabaya gara-gara salah lihat jadwal pesawat. Saya terbang ke Makassar pukul setengah 5 Sore saya kira setengah 5 subuh wkwkk
Sambil menunggu waktu saya menghabiskan waktu dengan mencari makan siang dulu. Kelar isi perut, Saya malah sempat blog walking dulu dan Instragram walking dulu. Jadi tidak bosan nunggu.
Eh, saya malah coba buat video bercerita dongeng. Sayangnya kurang berhasil. Gambarnya sih, lumayan. Suaranya yang berisik kayak pasar hahaha.
Ikut walking tour sore
Akhirnya waktu sore tiba. Saya Pun kembali menuju KOTIC. Ternyata sudah ada beberapa orang yang menunggu. Tidak lama, walking tour pun dimulai. Kali ini guide tournya adalah Mas Arief.
![]() |
| Foto : Arief |
Mas Arief seger mengajak kami berjalan kaki menuju daerah Pekojan yang merupaan dulunya pemukiman orang arab. Asli banyak sekali hal-hal menarik yang saya lihat salah satunya masjid Jami Al-Anshir yang merupakan masjidpertama dibangun di Pekojan.
Kami juga mengunjungi Masjid Azzawiyah, Masjis Al-Annawier, dan Langgar Tinggi. Sempat juga ngiler ingin icip-icip nasi uduk Bu Amah yang sudah terkenal sejak dulu. Hanya sayangnya harus pesan jauh-jauh hari hehehe.
Hari kedua Free Guined Walking Tour
Sebenarnya saya tidak berencana untuk lanjut walking tour ini di hari Minggu. Tapi, waking tour kemarin itu seru sekali. Dan lagi-lagi saya merasa karena ada kesempatan. Jadi saya memutuskan ikut. Tapi sebelumnya saya cek dulu. Kalau registrasi terbuka berarti terbuka untuk peserta umum
Dan hari Minggu saya tetap Santai. Saya bahkan sempat membelikan ibu saya sarapan lontong, plus saya membeli nasi uduk buat sarapan. Pokoknya persiapan hari minggu ini lebih maksimal dibandingkan hari Sabtu kemarin hahaha.
Lagi-lagi pukul setengah 8 Saya berangkat dari rumah, dan sampai di Kota Tua pukul 9 kurang. Hanya Berbeda dari hari Sabtu kemarin, Kota Tua tua kali ini belum terlalu ramai. Tapi saya tetap bersemangat. Apalagi cuaca Sabtu minggu ini sangat mendukung.
Tidak lama tour pun dimulai. Dan Kembali Mas Arief yang akan mendampingi kami menyusuri pecinan Glodok untuk mencari kuliner enak hehehe. Makanya sejak kemarin ms Arie sudah berpesan kalau mau ikut walking tour sesi ini, wajib dompet penuh, dan perut kosong hahaha.
![]() |
| Foto : Arief |
Berbeda dari tour kemarin yang langsung berjalan kaki dari Kota Tua menuju tujuan, tour kali ini kami naik busway sdari Halte Kota menuju halte Glodok lalu berjalan kaki menuju gebang China Town. Kembali banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan. Termasuk rumah teh Pancoran yang mempunyai tradisi membagikan 8 teko the dan bangunan itu dulu milik seorang kapiten.
Setelah itu Mas Arief mengajak kami menyusuri Kawasan pecinan Glodok. Pastinya Mas Arief menunjukkan berbagai kuliner di sana. Saya pun membeli beberapa kuliner. Termasuk yang pertama kalinya say coba yaitu Mipan, yaitu kue dari tepung beras ketan dan air dari au batang padi. Disantap dengan saus gula merah dan bawang putih. Pernah coba? Kami juga diajak ke beberapa klenteng yang asa di sana. Menjelang pukul 12 siang tour pun selesai
Lanjut Tur Sore
Biar rangkaian 4 tour di Kota Tua lengkap, maka saya memutuskan untuk ikut lagi tour sore. Sama kayak kemarin say pun ngadem dulu di Kota Tua. Kalo ini perbekalan saya banyak. Jadi saya cobain dulu semua kuliner yang saya beli China Town Godok tadi hahaha.
Eh habis makan, kok saya mengantuk. Padahal rencananya mau mengisi waktu dengan blog wlaking lagi. Tapi apa daya. Apalagi angin berhembus spoi.. spoi. Saya bertambah ngantuk hahaha.
Saya pun tertidur selama 1 jam dengan bersandar [ada batang besar sebuah pohon di Kota Tua. Tepatnyya dekat rel bekas Trem hahaha. Bangun susah pukul 2 lewat dikit Saya pun penasaran mencoba Chicongfan yang merupakan makanan khas Medan yang terbuat dai tepung beras. enak dan adem di perut. jadi penambah energi saya walking tur sore ini.
Lalu ke toiletdulu. Baru setelah itu saya dan ke KOTIC. Ternyata sudah ada 3 orang menunggu. Tidak lama tour di mulai dengan 4 peserta dengan tour guide Mbak Tsani.
![]() |
| Foto : Tsani |
Kami pun menyusuri kanal besar, sampai ke jembatan intan. Setelah itu mbak Tsani mengajak kami ke Lanjut menara syah bandar dan terkahir si museum bahari
Senang sekali menikmati tour 2 hari dengan destinasi. Pengetahuan saya jadi bertambah. Teirma kaish Kota Tua, terima kasih Mbak Tsani dan Mas Arief.
Tean-teman yang mau ikutan, bisa langsung meluncur ke akun Instagram Kota Tua, ya.Terima kasih kotaTua...
Bambang Irwanto






Waktu itu aku masuk areanya sudah mau tutup 2 jam lagi
Jadi aku gak sempat main sepeda apalagi bawa bayi 3 bulan, haha
Setelah main di Kota Tua, ikuti stand up comedy-nya Bintang Emon
Pokoke seru banget jalan jalan ke Kota Tua tuh
Kalo yg mas ikutin di atas, aku tertarik yg cobain aneka kuliner di Glodok. Kayaknya kakk mau tahu tempat2 kuliner legend yg halalnya memang hrs pake guide sih
Di Bandung juga pernah beberapa kali lihat ada walking tour di kawasan Kota Tua, tapi aku selalu telat tau. Bisa aja sih jalan-jalan sendiri tapi beda rasanya (dan terutama perolehan informasinya).
Anak muda, mencintai sejarah dan memandu orang untuk memahami sejarah mengenai Ibukota Jakarta, khususnya daerah Kota Tua, ini kereenn siih..
Aku selalu sukaa dengan sejarah.
Tapi gak suka kalo itu jadi mata pelajaran. Hahaha..ada pressure nilai di sana.
Kalau belajar sejarahnya sambil walking tour gini kaan.. jadi cepet paham yaa..
Next menunggu cerita petualangan jalan-jalan mas Bams lagii...
Berarti walking tour ini 100% gratis? Alhamdulillah rezeki, bisa ikut sampai beberapa kali dengan guide yang berbeda.
Saya belum pernah ikut walking tour nih, sepertinya seru juga, sambil jalan sambil belajar sejarah.
Tinggal dipersiapkan perintisan yang perlu dibawa, dan tentunya juga kekuatan fisik salah satunya kaki, biar gak cepet pegel hehe
Anw, lebih oke lagi nih kalau gambar IGnya menuju link IG kotatua itu, jadi pengunjung bisa langsung klik dan ke IGnya. TFS yaa
Seru banget ya kegiatan walking tour apalagi para guidenya informatif plus ramah sangat. Bikin yang ikutan walking tour nyaman. Bonusnya sehat, secara lumayan langkah kakinya kan.
Paling seneng kalau ikutan acara walking tour beginii... selain mengagumi tata kota pada zaman Belanda, juga saksi bisu sejarah panjang pendudukan Belanda di Indonesia.
Jakarta alhamdulillah cuacanya sedang ramah yaa, mas Bams..
Pengen nyobain juga paaak... Duh, penasaran sama kawasan pekojan dan masjidnya yang tua banget itu.
Aku jadi pingin cari tau walking tour di Bandung diadainnya sama komunitas apa yaa..
Pingin mengenal kotaku juga seperti mas Bams yang punya banyak pengalaman dan cerita menarik.
Asik banget klo ikutan acara jalan jalan seperti ini
Klo di surabaya, juga ada komunitas yang sering ajak walking tour gini mas
Namanya Bersukaria
Yang hari Sabtu kok singkat sekali ceritanya, Pak. Penasaran ada apa saja hasil temuan yang menarik di hari pertama.