Setelah ikut keseruan Semasa Piknik di Lapangan Banteng, saya pun lanjut rencana kedua. Akan ke mana Bambang Irwanto yang tampan rupawan ini? halah... hahaha.
Yess.. saya akan naik MRT dan LRT.
Kebetulan Minggu 28 Juni 2026 masih berlaku tarif 1 rupiah dalam rangka ulang
tahun Jakarta yang 499. Sebenarnya penawaran menarik ini sudah berlangsung juga pada tanggal 22 Juni. Pas Jakarta ultah! Lalu ada juga di 27 & 28 Juni. Asyik.. Pas wiken lagi. pas libur anak sekolah pula.
Makanya, siapa yang ga tertarik coba? Seringnya sih, saya naik Transjakarta 1 rupiah. pernah juga naik LRT Jakarta 1 rupiah yang stasiun Velodrome Rawamangun. Nah, kalau MRT dan LRT jarang. Pernah coba waktu partama kali diluncurkan, dan itu juga 1 rupiah.
Setelah itu sudah jarang naik LRT atau MRT. Makanya kesempatan kali ini jangan sampai saya lewatkan hehhe
Cuss menikmati MRT dan LRT 1 Rupiah
Dari lapangan Banteng, saya pun bergegas menuju Halte Transjakarta Juanda yang juga dekat dengan stasiun KRL Juanda.
Rencananya saya akan naik Transjakarta lalu turun di Halte Bundaran HI. Nah,
dari situ, baru perjalanan MRT dimulai.
Tidak menunggu lama, Transjakarta no 2 rute Pulo
Gadung-Balai Kota pun tiba. Saya bergegas naik ke dalam bus. Lumayan berdesakan
sedikit. Tapi ga apa. Toh saya juga sebentar lagi akan turun di halte Monas
kemudian lanjut naik Transjakarta no 1 tujuan Blok M
Nah, Transjakarta no 1 ini justrulebih padat. Banyak juga
rombongan keluarga. Secara hari minggu dan sudah masuk liburan anak sekolah
juga. Untungnya saya masih dapat tempat duduk di bagian belakang hehehe.
Sebentar saja, Transjakarta yang saya tumpangi sudah sampai
di halte Bundaran HI. Saya bergegas turun, tapi saya tidak langsung keluar
halte. Saya malah ke atas, tempat selfie favorit.
Tuh kan, benar dugaan saya. Orang ramai antre untuk sekadar
foto dengan latar patung selamat datang. Kalau saya sih, nggak ikutan. Sudah sering
foto di situ. Maknya saya malah foto dengan ondel-ondel hahaha
Habis sedlfie, saya langsung turun, keluar halte, lalu
menuju stasiun MRT Bundaran HI. Orang
ramai dan setelah tab kartu elektronik, saya pun langsung masuk untuk
menunggu MRT yang akan berangkat menuju stasiun Lebak Bulus BSI.
Go menuju Stasiun Lebak Bulus BSI
Tidak lama, MRT yang akan menuju stasiun Lebak Bulus sudah
tiba. Saya pun bergegas naik. Dan karena stasiun Bundaran HI Adalah stasiun
keberangkatan pertama, jadi saya dapat tempat duduk. Tapi kalua yang telat
masuk ya berdiri.
Cuss.. MRT pun melaju. Sebenarnya saya sudah beberapa kali
naik MRT. Hanya rasanya kurang afdol kalua tidak ikut keseruan ini. Makanya
saya sangat menikmari perjalanan ini.
Tak lama, mRT sudah sampai di stasiun Lebak Bulus BSI. Saya turun,
tapi tidak keluar stasiun. Saya pindah jalur untuk naik MRT lagi yang ke arah Bundaran HI
lagi
Turun di Stasiun Blok M BCA
Saat MRT mulai melaju meninggalkan stasiun Lebak Bulus, saya
kok tiba-tiba kepikiran. Enaknya jangan langsung balik ke stasiun BUndaran HI
dulu ya. Cuci mata sejenak kali di Blok M heheh.
Makanya saat MRT akan memasuki Stasiun Blok M BCA, saya pun Bersiap
turun. Setelah itu saya masuk ke Blok M Plaza. Muter-muter bentar, lalu balik
lagi ke stasiun MRT Blok M BCA
Turun di Stasiun Dukuh Atas
Karena sesuai rencana saya akan naik LRT juga, maka saya pun
sudah tepat turun di stasiun Dukuh Atas. Jadi dari Situ, saya tinggal naik LRT
tujuan Harjamukti lalu turn di stasiun Cikoko. Dari situ, jalan dikit ke
stasiun Cawang, lanjut naik KRL ke Depok
Taoin ternyata rencana tidak sesuai harapan. Saat turun di
stasiun MRT Dukuh Atas, saya bingung arah ke mana stasiun LRT. Maka saya
dengan penuh keyakinan mengikuti papan petunjuk.
Rasa-rasanya sih sudah benar. Saya bahkan sempat selfie di
papan petunjuk. Tapi kok saya nyasae ke peron KRL? Saya juga sudah bertanya ke
petugas, dan benar ini stasiun LRT Dukuh Atas. Tapi kok 2 kali muter, saya
tetap ketemunya peron KRL hahaha. Dan itu kayaknya peron stasiun Sudirman.
Lah.. hahaha
Jalankan Alternatif lain
Akhirnya daripada bingung dan menghabiskan waktu, saya pun
memutuskan naik KRL menju ke stasiun Maggarai. Dari sana, saya naik lagi KRL
jurusam kota lalu turun di stasiun cawang. Dari situ baru saya naik LRT dari
stasiun Cikoko, lalu balik lagi ke stasiun Cawang.
Begitulah keseruan naik MRT dan LRT. Secara keseluruan,
sangat menyenangkan. Kehadiran MRT dan LRT jelas sangat sangat membantu melacaarkan
aktivitas. Apalagi terintragrasi juga dengan transjakata dan KRL.





.jpeg)
Komentar
Posting Komentar