Langsung ke konten utama

Keuntungan traveling Dadakan

 


Suatu pagi, tiba-tiba saja saya kepikiran mau jalan-jalan. Lalu terlintas begitu saja mau ke Yogya. Ketulan yogya juga dekat dari Kebumen. Naik Bus bisa, kereta juga oke, malah kalau lagi rajin, naik motor juga oke. Bisa mampir-mampir lagi ke tempat yang oke selama perjalanan.

Saya pun bergegas berkemas. Saya sih, gampang. sat set, baju masuk. Paling lama juga 1-2 hari. yang penting isi dompet aman. kalau ada keperluan ketinggalan, tinggal beli saja di perjalanan hahha.. Gaya benar saya ini, ya.

Akhirnya saya pun jalan. Saya waktu itu naik kereta Joglosemarkerto. Karena hari biasa, jadi tiket masih tersedia. Bisa dibeli so must go on.

Alhamdulillah perjalanan lancar dan menyenangkan. sehari di Yogya, saya lanjut ke Solo sehari. Apalagi jaraknya juga dekat. naik kereta lokal Prameks hanya 8 ribu.  Pulangnya tinggal naik kereta Joglosemarkerto lagi ke Kebumen. Benar-benar jalan-jalan dadakan yang menyenangkan.

Nah, siapa yang juga mengalami hal seperti saya. Tiba-tiba saja kepikiran mau jalan, terus langsung digaskan, Eh ternyata semua berjalan lancar jaya. Dan justru yang dadakan seperti ini yang berjalan sukses, ya. Malah justru yang direncanakan, kadang malah batal.

Nah, apa saja ya, keuntungan kalau traveling dadakan?

Spontanitas

namanya juga rencana dadakan, jadi semua spontan. Tapi justru hal ini yang membuat saya lebih enjoy. Saya tidak perlu memikirkan jalan-jalan yang lebih detail. Harus ke sini dulu. Ke mana dulu. Semua berjalan saja mengalir.

 Traveling dadakan juga membuat bisa mengambil keputusan secara cepat. Misalnya habis ke satu tempat, tiba-riba mau ke tempat lain, bisa langsung dilakukan.  Begitu juga soal waktu. Misalnya di tempat ini ternyata kurang sreg, langsung bisa pindah ke tempat lain.

Hal inilah yang membuat perjalanan lebih enjoy. Tidak stres memikirkan ini itu secara detail di awal.

Hemat Biaya

Traveling dadakan itu kadang spontan karena berbagai hal. Misalna tiba-tiba ada promo manarik Entah itu transportasi sampai hotel. Apalagi kebetulan  waktunya juga pas. Apalagi kayak saya yang freelance dengan waktu lebih fleksibel .

Nah. Serba promo itulah yang secara otomatis menghemat. Apalagi kalau hari biasa, semua harga normal, termasuk harga makanan. Nah kelebihan dana itu, bisa saya manfaatkan buat yang lain.

Pengalaman menarik

Traveling dadakan dapat memberikan pengalaman yang unik dan tidak terduga, karena  tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan bisa merasakan tempat-tempat baru selama perjalanan.

Meningkatkan fleksibilitas

Traveling dadakan memungkinkan kamu untuk mengubah rencana jika ada perubahan situasi.

Menguji kemampuan adaptasi

Traveling dadakan dapat menguji kemampuan adaptasi kamu dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Namanya juga jalan-jalan dadakan. Belum tergambar seperti apa di perjalanan.

Nah, itu dia keuntungan traveling dadakan. Jasi dalam hidup ini, tidak selamanya semua harus disusun rapi. termasuk rencana traveling. justru sesekali dadakan juga seru, lho. Tidak percaya? Cobain saja hehehe... Selamat traveling, teman-teman...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhirnya Mencoba Transjakarta T31 Pik 2- Blok M

Saat mencoba Transjakarta P11 rute Blok M-Bogor , ternyata ada rute baru juga yaitu T31 Blok M - PIK 2 dan S61 Blok M-Alam sutra. Pastinya saya ingin mencoba semua rute baru itum ya. Tapi ya… kapan-kapan saja lah.. Bisa Minggu depan, bulan depan atau tahun depan. Namanya juga kapan kapan hahaha Nah, tidak sengaja Minggu 16 Juli 2025, saya itu mau ke Glodok plaza mencari radio buat kakak saya. Lalu saya iseng naik bus wisata tingkat dari kota tua ke Pantai maju. Ternyata.. begitu memauski Kawasan Pantai indah Kapuk atau PIK, banyak yang mau ke pantai Aloha. Kebetulan nih, saya belum pernah ke sana. Jadi saya ikut saja ke pantai Aloha menyusuri sejenak pantai berpasir putih itu. Sesuatu Tak Sengaja Hampir setengah jam saya menunggu bus wisata tingkat Transjakarta yang memang hanya beroperasi di sekitar Pantai Indah Kapuk, dengan rute dari Tokyo Riverside Apartent di PIK 2 ke PIK Avenue PIK 1. Patunya melewati Pantai Maju dan Pantai Aloha juga.  Nah, saat menunggu  saya, ada Tra...

Jalan-Jalan dari Blok M sampai Bogor

Seperti biasa, Selasa, 10 Juni 2025, saya bangun pukul 5 kurang. Setelah itu saya membantu keperluan ibu saya, termasuk membelikan sarapan. Saya pun langsung membuka laptop, cek ini itu, lalu draf tulisan. Tapi kok Menjelang pukul 7 pagi, kok, saya mengantuk ya? Padahal semalam saya tidurnya kurang dari pukul 12 malam. Tapi memang saya sudah menghabiskan sebungkus nasi uduk plus 2 biji gorengan. Mungkin itu efek ngantuk. Maka saya pun lalu berbaring saja hehe.. Pukul 8 saya terbangun. Kok tahu pukul 8? Kan, begitu mata melek langsung lihat hape, kayak orang-orang hahaha. Ternyata kok hari ini ada orang yang di rumah dan bisa menemani ibu saya. Maka tring… saatnya jalan-jalan cuci mata hahaha. Jalan-jalan dan Tujuan Dadakan Namanya juga rencana dadakan, maka jalan-jalannya dadakan juga. Otak saya harus berpikir cepat mau jalan ke mana, nih. Jangan sampai pergi tak ada tujuan, bagaikan kapal kehilangan arah. Halah gayanya hahaha. Akhirnya, saya memutuskan ingin mencoba rute baru TransJab...

Belajar Mengabadikan Moment sambil Mengenal Sejarah Batavia

Walking Tur menyusuri kota tua, saya sudah sering. Bahkan, saya Pernah ikut keseruan walking tur Kota Tua 2 hari berturut-turut . Tidak hanya menambah pengetahuan saya, tapi juga menambah teman. Nah, kalau walking Tur sambil belajar memotret, ini saya belum pernah. Makanya saat ada pengumuman di akun Instagram kota tua  soal acara bertajuk Jakarta Dock Diaries : History, Click, Vibes, saya lansung daftar. Apalagi di kesempatan sebelumnya, saya telat mendaftar. Dan asyik.. saya dapat kesempatan ikut. Soalnya saya itu memang suka sekali jalan-jalan. Harapan saya sih, bisa keliling Indonesia. Pastinya salah satunya saya pengin liburan ke Takengon , ibukota Aceh Tengah yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah dan udaranya yang sejuk. Maka di hari Sabtu pagi yang cerah, pukul setengah enam, saya sudah meninggalkan rumah menuju stasiun pondok Cina Depok. Seperti biasa, saya naik KRL menuju stasiun Jakarta Kota. Entah saya sudah berapa kali saya ke stasiun kereta yang dulunya b...