Saya sudah beberapa kali ke stasiun Bogor. Tapi belum sekli
pun ke Stasiun Bogor Paledang. Hanya lihat papan petunjuknya saja hehehe.
Padahal saya itu rencananya pengin sekali jalan-jalan ke Sukabumi yang sudah jadi target saya sejak tahun 2025.
Entahlah.. kalau ingat Sukabumi, saya langsung ingat Teh
Desi Ratnasari si pemenang 2 Gadis Sampul 1988 itu sekaligus pelantun Tenda
Biru hehehe. Tapi itu dulu.. sekarang kalau ingat kota berjulukan kota mochi
itu, saya ingat Mas Yonal Regan dan Mbak Heni Hikmayani Fauzia, dua teman
blogger yang tinggal di sana.
Nah, dari tulisan-tulisan Mas Yonal dan Mbak Heni di blog masing-masing, secara tidak langsung, saya jadi banyak mengenal Sukabumi. Mulai dari alun-alunnya, tempat asyik buat nongkrong, beragam wisata alam yang ternyata banyak curug, dan hal-hal menarik lainnya. Makanya semakin kuatlah keinginan saya jalan-jalan ke Sukabumi. Dari sini kan bisa sekalian mampir ke Kota kembang. Bisa sekalian Review Bandung kan... Terus habis itu lanjut cari kuliner menarik. Salah satunya Rekomendasi jajanan di sekitar Upi Gegerkalong
Nah, biar nanti saya makin sat set saat akan ke Sukabumi,
maka saya mau survey dulu Stasiun Bogor Paledang yang merupakan titik keberangkatan
kereta api Pangrango menuju dan dari Sukabumi. Apalagi saya memang belum pernah
naik Pangrango. Bisa celingak-celinguk saya tanya sana sini. Ini bisa
menghabiskan waktu dan tenaga kan..
Nah, mumpung saya hari sabtu 14 Maret 2026 saya setengah hari berada di Bogor dalam rangka bertemu Bu Muthia, akhirnya saya sempatkan dulu mampir
sejenak di stasiun Bogor Paledang ini Sambil menunggu Bu Muthia datang pukul 2
siang. Jadi stasiun Bogor Paledang
pertma kali dibangun dan diresmikan pada 9 November 2013 untuk mendukung pengoperasian
KA Pangrango, agar penumpang tidak bercampur di stasiun Bogor.
Setelah naik eskalator, saya langsung melewati sky bridge yang menjadi
penghubung stasiun Bogor dan stasiun Bogor Paledang. Sky bridge sepanjang 200
meter ini merupakan bagian dari revitalisasi dan mulai beroperasi penuh pada 18
Juni 2025. Pastinya revitalisasi ini membuat penumpang KA Pangrango semakin nyaman
dengan fasilitas moderen. Karena selain sky bridge yang nyaman, hadir juga lift
dan eskalator.
Nah, stasiun Bogor, saya pun ke stasiun Paledang sejenak.
Jadi stasiun Bogor Paledang pertama kali
dibangun dan diresmikan pada 9 November 2013 untuk mendukung pengoperasian KA
Pangrango, agar penumpang tidak bercampur di stasiun Bogor.
Setelah berjalan melalui Sky bridge yang nyaman, akhirnya saya
sampai juga di pintu keluar. Saya pun Kembali tab kartu dan kepotong 3500 rupiah.
Lalu loket pembelian tiket, kemudian di dekat pintu masuk ada petugas pemeriksa tiket. Tampak beberapa
penumpang bergegas masuk karena memang
ada pemberangkatan KA Pangrango siang di jam…
Tampak juga ada
penumpang yang lari sprint dengan ransel di punggungnya supaya tidak ketinggalan
kereta yang sebentar lagi akan berangkat. Tapi saat sudah berada di pintu asuk
dn pemeriksan tiket, ternyata oh ternyata.. penumpang itu belum membeli tiket.
Tentu saja tiket sudah habis untuk keberangkatan sekarang. Bahkan untuk
keberangkatan selanjutnya juga habis
Kasihan juga ya. Harusnya pesnya tiketnya jauh-jauh hari.
Apalagi sekarang pemesan tiket KA sudah sangat dimudahkan bisa lewat aplikasi.
Sangat hemat waktu dan tenaga.
Karena tidak bisa masuk ke dalam peron, maka saya berjalan ke arah sisi. Di sana ada ruang tunggu. Saya pun memilih duduk untuk sekedar mengulur waktu sampai pukul 2 siang.
Nah di dekat tempat duduk, ada mesin cetak tiket. Tampak beberapa mengantre penumpang untuk mencetak
tiket. Lagi-lagi sekarang dimudahkan naik KA, ya. Dulu. Saya itu kalau mau naik
KA, harus menyempatkan dulu cetak hari ke stasiun untuk mencetak tiket. Makanya
sekarang naik kereta api jadi pilihan utama saat akan bepergian.
Nah, Saya Kembali menyaksikan drama lagi. Jadi ada dua orang
perempuan muda yang kesulitan mencetak tiket. Yang saya tangkap kayaknya slah
masukin tahun 2025. Nah Loh.Untungnya mereka cepat mencari bantuan petugas yang
segera datang. Tidak lama tiket mereka pun berhasil dicetak dan mereka bergegas
masuk ke peron. Untung belum ketinggalan kereta ya.
Setelah duduk santai beberapa menit, saya pun memutuskan Kembali
ke stasiun Bogor. Tapi sebelumnya saya turun dulu ke bawah lewat eskalator. Ternyata
di sana bisa juga menunggu . Tampak beberapa penumpang juga di sana.
Walau hanya sejenak melipir di stasiun Bogor Paledang, Tapi saya sudah paham dan Insya Allah bisa sat set saat nanti akan naik KA Pangrango menuju Sukabumi.

.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar