Hari itu Sabtu 14 Maret 2026, cuaca sangat terik. Memang
sudah 3 hari ini, cuaca sangat panas. Jadi mager mau ke mana-mana. Apalagi saat
puasa begini, Cobaan makin terasa saat melewati penjual es buah hahaha.
Makanya sebenarnya saya agak malas keluar rumah. Penginnya ngadem
aja di rumah sambil menulis atau rebahan saja sambil nonton film di Netflix. karena banyak juga film dengan Cerita Hidup yang bisa jadi pelajaran dalam hidup ini. Maunya
sih, seperti itu Syahrini… hehehe. Dan hidup kan, selamanya sesuai keinginan.
Tapi hari itu, kebetulan saya ada janji bertemu dengan Bu Muthia ketua
ClicKompasiana (Komunitas Penulis Kompasiana yang menggunakan commuter line, MRT, LRT, dan kereta api). Yang bikin semangat karena Bu Muthia akan membawakan saya parcel
lebaran. Asyik kan. Apalagi parcel itu saya dapatkan sebagai salah satu pemenang
lomba Cerita Mudik yang tayang di Kompasiana. Alhamdulillah ada kebanggaan tersendiri.
Ketemuan di mana, ya?
Jumat sore, Bu Muthia mengirim pesan wahtsapp ke saya. Bu Muthia ingin memastikan saya bisa ketemuan di stasiun mana. Dan uniknya, penyerahkan parcel untuk 3 pemenang dilakukan di stasiun. Kemarin hari Jumat 13 Maret 2026, BU Muthia sudah bertemu dengan Pak Topik dan Mas Fajar di staisun Manggarai.
Kalau saya sih
fleksibel saja. Di stasiun Pondok Cina
sampai stasiun Bogor juga bisa. Sampai ke stasiun Bogor juga bisa. Akhirnya Bu
Muthia sepakat kami akan bertemu di stasiun Depok lama saja. Secara Bu
Muthia itu tinggalnya dekat stasiun Citayam. Saya juga dekat kok, ke stasiun
Depok lama. Bu Muthia menetapkan waktu ketemuan antar pukul 1 sampai pukul 2
siang. Oke, siap, Bu. Laksanakan…
Berangkat Menjemput Parcel
Hari Sabtu pagi, saya sudah bersiap. Dasar saya anak rajin, janjian pukul 1 siang, saya sudah berangkat jam 10
pagi hehehe. Padahal stasiun Depok lama juga dekat dari rumah saya. Ditambah
lagi saya ke stasiun Pondok Cina naik motor. Pastinya lebih memangkas waktu
perjalanan. Yang lama itu kalau menunggu datangnya Transjakarta dari halte Pelni
ke stasiun Depok Baru.
Alhamdulillah, perjalanan lancar. Cuaca memang sangat Terik.
Tapi bagi saya, mending kalau mau jalan itu sekalian terik daripada hujan.
Kalau Terik, tetap bisa lanjut jalan. Tapi Kalau hujan, bisa tertunda. Bisa jalanan
macet, becek dan ga ada ojek hahaha. Padahal di tas ransel saya sudah terselip
payung lipat. Jas hujan juga sudah ada. Intinya hujan bukan penghalang pergi jalan-jalan.
![]() |
| KRL Tujuan Bogor yang sepi di hari sabtu |
Karena kecepatan berangkatnya, maka sudah dipastikan saya
juga akan kecepatan tiba di stasiun Depok Lama. Menunggu juga akan lama. Bisa mati gaya saya selama di sana. Akhirnya saya kepikiran untuk bablas saja sampai stasiun Bogor. Kebetulan saya belum pernah main ke stasiun Paledang Bogor.
Insya Allah rencana saya sudah lama ingin main ke Sukabumi. Jadi survei stasiun
keberangkatan dulu. Biar bisa langsung sat set.
Sampai di Stasiun Bogor
KRL yang saya tumpangi memasuki stasiun Bogor sekitar pukul
setengah 11siang. Saya agak riweuh karena merasa jalur pintu keluar agak berbeda.
Perasaan dulu pintu keluar itu langsung menuju alun-alun. Nah, ini kok saya
keluarnya di pintu berbeda hehehe.
Tapi biar kesannya tidak norak, saya ikuti saja orang berjalan
ke pintu keluar. tak begini hehehe. Tapi kemudian saya bertanya pada petugas. Terus saya kok tiba-tiba mau
mengulur waktu saja. Tapi ke mana ya? Aha.. saya ke BTM Mall saja. Kebetulan
saya ingin membelikan ibu saya daster kencana ungu dan tokonya ada di BTM Mall.
Sesuai petunjuk, saya pun naik angkot 02 warna hijau. Tapi sempat
ngetem, padahal dalam angkot sangat panas. Mana saya masih pakai jaket. Untunglah
angkot segera melaju.
Ternyata angkot 02 ini rutenya muter Kebun Raya Bogor, ya. Terus melewati SD Bangka terus ke Surya kencana. Saya senyum-senyum sendiri, karena beberapa kali jalan kaki dari Kebun Raya ke stasiun Bogor. Wah, iseng banget saya, ya. Padahal naik angkot hanya 4 ribu. Tapi justru begitu saya jadi tahu kalau sepanjang jalan Juanda itu, banyak bangunan bersejarah dari zaman Kolonial Belanda. Pasti banyak lahir Kisah Inspiratif di zaman dulu yang membuat kita bersemangat menjalani kehidupan ini.
![]() |
| Mall BTM dari kejauhan |
Akhirnya angkot 02 berhenti juga . Saya pun turun dan masuk ke dalam mas. Wah suasana ramai. Tapi karena tujuan saya memang ke Kencana Ungu, Maka saya lansung ke sana saja. Tanpa banyak pilih saya beli 3 potong daster buat ibu saya yang label biru. Kaena daster Kencana UNgu itu, harga dan kualitasnua sesuai label. Lalu hijau. Tertinggi label warna biru, lalu hijau, selanjutnya ada merah, cokelatm, hitam, dan yang paing akhir label warna putih.
saya sempat mampir di toko Alisan. Ada kemeja diskon seharga 100 ribu. bagus-bagus sih. saya coba satu, tap ternyat kekecilan. Dan ternyata yang dikson ini kemeja ukuran SS dan S saja. Tentu saja saya tidak muat. yang ukuran saya masih harga normal. Akhienya saya tidka jadi beli baju baru hehehe.
Setelah itu saya memutuskan keluar dari Mall BTM. di depan mall sudah banyak angkot menunggu. saya tidak sempat lihat nomor angkotnya. yang penting tujuannya stasiun Bogor saja.
Sampai stasiun Bogor saya tertarik dengan penjual asinan.
Saya pengin beli. Tapi saya rencananya mau ke Senen cari kacamata. Saya lalu
mengirim pesan ke Bu Muthia apa mau asinan. Tenyata Bu Muthia mau. Akhirnya
saya beli asinan sayur sana buah. Sebungkusny10 ribu sedang kerupuk kuning
sebungkus 5 ribu.
Akhirnya Bertemu Bu Muthia
Alhamdulillah.. lebaran kali ini sudah dapat tambahan kebutuhan. Terima kasiih Bu Muthia, terima kasih CliKompasiana. Selamat lebaran semuanya..
Saya pun. Bergegas masuk ke stasiun. Tapi sudH menjelang
pukul 1. Tiba-tiba Bu muthiKiodm pean. MS kstwmuannyJM 1 saja y. PanS bangat.
Oks Bu.. saya pun mmsutuKN kw staisuna Paledang J.






Komentar
Posting Komentar