Langsung ke konten utama

Melipir Sejenak di Stasiun Jatake

 


Awalnya saya tidak tahu tentang Stasiun jataka ini. Sampai saya melihat beberapa postingan dari teman. Seperti Mbak Ire, Mas Arief, dan Mas Agung Han. Mereka ini termasuk Seo content Writer keren. Lho

Saya pun jadi penasaran serta bertanya-tanya, sebenarnya stasiun Jatake itu berada di mana, ya? Soalnya saat saya mengecek rute KRL antara Stasiun l Tanah Abang dan Rangkasbitung, stasiun Jatake itu belum tercantum, termasuk di dalam gerbong KRL. Makanya saya sangat penasaran.

Makanya Minggu 2 Februari 2026 Kebetulan saya ingin jalan-jalan. Awalnya tidak ada tujuan hanya sekedar refreshing. Tapi akhirnya Saya memutuskan ke Rangkasbitung sekalian bisa mampir ke stasiun Jatake. Dan ini pastinya bagus untuk bahan tulisan seorang Content Writer. Termasuk saya yang baru belajar.


Mampir ke Stasiun Jatake

Setelah dari Rangkasbitung dan Serunya Mengunjungi Museum Multatuli dan alun-alun Rangkasbitung, akhirnya pulangnya saya pun mampir ke stasiun Jatake. Soalnya sayang juga kan, kalau sudah jalan tapi tidak sekalian mampir.

Awalnya, saya Juga sempat ragu. Soalnya kalau saya turun dulu di stasiun Jatake, takutnya nanti saya naik lagi, saya sudah tidak dapat tempat duduk. Padahal jarak dari Stasiun Jatake ke stasiun Tanah Abang itu masih panjang. Harus melewati 9 Stasiun lagi. Kan lumayan kalau harus berdiri. Tapi karena memegang teguh prinsip ungkapan "Kapan lagi kalau tidak sekarang?", makanya begitu KRL dari Rangkasbitung sudah berada di stasiun Parung Panjang, saya pun bergegas untuk turun.



Saya sangat bersemangat melangkahkan bisa stasiun yang baru diresmikan 28 Januari 2026. Suasana tampak sepi hanya ada beberapa penumpang yang akan menanti datangnya KRL. Baik dari arah mau Rangkasbitung, maupun yang maun ke Tanah abang.


Menyusuri Stasiun Jatake

Begitu turun dari gerbong KRL, saya berhenti sejenak sambil memandangi sekeliling pertama peron 1 yang menuju tanah Abang ini. Karena bangunan baru, stasiun yang dibuka untuk umum mulai tanggal 28 Januari 2026 dengan luas bangunan 1383 meter persegi persegi ini, jelas masih sangat bagus dan bersih.  Saya pun mengambil video dan foto untuk keperluan postingan di tiktok mirroring Instagram. Kali ini saya agak terbantu karena membawa tripod mini. Jadi tidak perlu minta bantuan orang lain lagi.

Kelar urusan di peron,  Saya pun bergegas ke atas. Awalnya mau naik lift. Tapi tidak usah dulu. Sekalian saya mau foto tangganya, saya juga mau menjajal, kira-kira pria tampan rupawan  yang tahun ini memasuki usia setengah abad. Apa lututnya masih kuatkah? Wkwkwkw.



Fasilitas di Pantai Tiga

Wah.. ternyata tangganya tinggi juga. Saya perlu mengumpulkan semangat 45 untuk sampai ke atas. Saya sih, tidak sempat menghitung berapa jumlah anak tangganya, kerajinan amat ya. Hahaha. Yang penting, saya berhasil.. berhasil naik smpai ke atas.

Begitu sampai dia atas, mata mata saya langsung mengitari apa saja di atas. Tempat sampah juga sudah tersedia untuk menjaga kebersihan. Sekalian mengajarkan juga untuk membuang dan memilah sampah.



saya langsung tertarik melihat rel kereta dari atas. Kerennya, ada balkonnya juga , jadi sebenarnya bisa melihat kereta tanpa terhalang jendela lagi. Kalua buat foto keren. Hanya sayangnya terkunci.



Tidak jauh tampak pintu keluar. Karena saya Memang tidak berniat keluar, saya langsung berbelok ke kiri saja ke arah toilet. Pastinya tujuan saya ke toilet cowok ya… hahahaha.

Nah sebelum belok, saya melihat juga ada fasilitas kursi roda. Jumlahnya ada 2. Jadi pasti akan sangat membantu bagi penumpang yang membutuhkan. Dari manula, yang kurang sehat, sampai ibu hamil.




Toliet Bersih dan Wangi

Pas masuk toilet, wuih.. bersih.. semua masih mengkilap, harum wangi. Tampak petugas sedang membersihkan juga. Tampak 3 buah closet. Wastafel, lalu beberapa tempat pipis. Ada bangku kecil juga lho, buat anak-anak.






Sip mantap… jadi tolong dijaga ya, fasilitas yang sudah keren ini, karena demi kenyamanan ita semua juga.

Setelah ini, saya turun lagi ke peron 2 yang menuju ke Rangkasbitung. Kali ini posisinya dekat Gedung stasiun Jatake. Nah, kali ini saya bisa melihat parkirannya juga, Tampak kendaraan berjejer rapi. Saya pun selfie dengan background gedung stasiun Jatake.





Kelar di peron 2, saya pun naik lagi ke atas. Kali ini saya naik lif. Lancar jaya. Sebentar saja saya sudah sampai lagi di lantai 3. Kemudian saya turun agi ke peron 1. Selanjutnya menunggu KRL jurusan Tanah Abang. Eh.. tidak lama, KRL yang saya tunggu sudah tiba. Saya bergegas naik. Dan Alhamdulillah ada kuris kosong. Saya pun duduk sampai stasiun Tanah abang.

Alhamdulillah akhirnya selsai sudah jalan-jalan di awal Februari 2026 ke Rangkasbitung, sekalian mampir ke stasiun Jatake juga, Rara penasaran saya sudah terjawab. Pokoknya stasiun Jatake ini tidak hanya keren, tapi juga sangat membantu mobilitas warga.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Seru Pergi Pulang Bogor-Cipanas lewat Jalur Puncak

  Foto : Dewi Puspa Selama ini, saya selalu mendengar orang pergi liburan ke puncak Bogor yang memang sepertinya mempunyai magnet tersendiri. Kadang kalau ada long weekend, pasti orang akan berbondong-bondong ke puncak. Makanya saya langsung teringat pernah nonton di televisi, liputan orang-orang yang menawarkan penginapan atau villa di pun pak Bogor. Mereka berdiri atau duduk di sepanjang jalan sambi memegang papan bertuliskan "Sewa Villa. Atau pernah juga saya menonton jasa Ganjal ban mobil saat posisi mobil sedang berada di tanjakan dan sedang macet. Ke Puncak Bogor, yuk! Rabu 26 Februari 2025, akhirnya saya merasakan sendiri perjalanan pergi pulang Bogor-Cipanas melalui puncak Bogor. Jadi ceritanya, saya diajak oleh ClicKompasiana & Kreatoria berkunjung ke Istana Kepresidenan Cipanas. Tentu saja saya senang sekali. Seperti mimpi saja bisa menginjakkan kaki di istana Kepresidenan seluas 26 Hektar itu. Foto : Kang Bugi Saya berangkat pagi naik KRL  dari stasiun Pondok Ci...

Akhirnya naik kereta api Rangkasbitung Merak setelah 2 kali Gagal

  Setelah gagal 2x naik kereta Api Rangkasbitung-Merak, akhirnya, pada hari minggu, 9 Maret 2025, saya berhasil naik  juga pada percobaan ketiga hahaha. Segitu senangnya saya hahaha. Keingian Naik Kereta Comuterline Rangkasbitung-Merak Sejak naik kereta Walahar PP dari Cikarang ke Karawang saat eksplor stasiun kereta Whoosh Karawang  lalu dilanjutkan ngebakso pertama kali di Karawang , saya kok ingin mencoba kereta lokal lainnya. Adalah Mbak Utari, teman blogger dan penulis cerita anak yang mempromosikan kereta lokal Rangkasbitung-Merak. Kebetulan Mbak Utari tugasnya di serang, jadi memang sering naik kereta commuter line itu. Oke siap. Namanya saya penasaran, makanya saya pun ingin segera mewujudkan list saya itu. Apalagi tiketnya sangat pas di hati dan kantong. Hanya 3000 rupiah saja. Maka pada suatu hari di hari libur nasional, saya pun meniatkan diri untuk mencoba naik kereta lokal Rangkasbitung-Merak. Sesuai arahannya, dari stasiun Pondok Cina Depok, saya menuju ke M...

Keuntungan Jalan-Jalan Saat Bulan Puasa

Puasa kok jalan-jalan? Apa tidak capek dan haus? Terus batal puasanya. Saat puasa bulan Ramadan kan enaknya ngadem rebahan di rumah sambil nonton drakor. Eh.. hahaha. Saya juga awalnya berpikiran seperti itu. Kayak kurang kerjaan saja ya, bulan puasa malah keluyuran ke tempat wisata. Memang tidak ada hari lain? Tapi, kalau dipikirkan terus, maka saya tidak akan pernah tahu, bagaimana rasanya jalan-jalan saat puasa Ramadan.  Namanya juga penasaran, kan? Pengi beda gitu dengan yang lainnya. Karena yang bed aitu.. sesuatu hahaha. Lagian kalau saya jalan-jalannya pas hari lebaran, itu sudah biasa.. halah.. Gayane saya ini. Apalagi saya kan freelance. Jadi dari segi waktu memang lebih fleksibel. Jadi pas lebaran, saat orang desak-desakan di tempat wisata atau bermacet-macet ria di jalan, saya sudah santai di rumah makan ketupat opor ayam, sambal goreng ati hahaha. Nah, jalan jalan pas puasa itu, pernah saya lakukan saat masih berada di Kebumen. Saya susuri beberapa Pantai pantai di kebu...