Setiap kali mampir di sebuah kota, pasti saya akan menyempatkanmampir ke alun-alunnya. lumayan juga, sudah banyak alun-alun yang saya kunjungi. Dari alun-alun Kebumen, Puwokerto, Purworejo, Simpang Lima, Yogya,dan Solo.
Jujur saya itu menginjakkan kaki di sebuah alun-alun saat sudah merantau ke pulau jawa tahun 1998. Sebabnya, di Makassar dulu, tidak ada alun-alun. Adanya adanya lapangan besar. Khusus di Makassar ada Lapangan Karebosi dan lapangan Hasanudin di pusat kota.
Alun-Alun Rangkasbitung
Alun alun yang paling anyar yang saya kunjungi adalah alun-alun Rangkasbitung. Awalnya saya hanya mau ke museum Multatuli. Tapi ternyata.. eh ternyata, letak museumnya di dekat alun-alun. Ya sudah pasti saya tidak melewatkan kesempatan mampir sejenak di alun-alun Rangkasbitung yang pastinya menjadi Destinasi Wisata keluarga ini.
Saat saya berjalan dari arah jalan Multatuli, sudah tampak tulisan besar alun-alun Rangkasbitung. Pastinya saya tidak melewatkan kesempatan berfoto di sini. Seperti biasa, pakai cara andalan saya. Pasang tripod, pasang hape, lalu bidik tempat foto. Selanjutnya pasang timer, klik, lari ke titik foto. Kelar deh. Kalau masih kurang sreg, tinggal diulang lagi. Ini lebih efektif dibandingkan minta bantuan orang untuk fotoin. Itu.. suka asal jepretnya hahaha. Walau ada juga 1-2 orangyang keren ambil fotonya.
Kelar selfie, saya pun memutuskan sejenak istirahat di pendopo. Tampak beberapa pengunjung juga duduk di sana. sementara tampak anak-anak bermain di lapangan. Yang menggoda iman itu karena banyak penjual makanan dan minuman di sekitar alun-alun. Dan memang pas sekali duduk santai sambil menikmati kuliner. Dari camilan ringan sampai makanan berat. Semua ada. Eh.. ada penjual rujak bebek. Dan salah satu tips liburan biar pas di hati dan kantong meghemat bajet adalah makan di pedagang kaki lima hehehe.
Saya mengamati sekitar pendopo. Pendoponya luas dan adem karena atap tinggi. Cocok deh, buat duduk satai, temasuk merenungi nasib wkwkwkw. Cari ide tulisan juga oke. Mungkin di area pendopo ini bisa diadakan event. Mulai bazar sampai Sharing ke penulisan juga oke ya. Acara mendongeng anak juga mantul.
Mengitari Alun-Alun Rangkasbitung
Lepas duduk santai, saya memutuskan untuk bergegas ke Museum Multatuli yang jaraknya hanya 250 meter dan berada di sisi timur tepatnya di jalan Alun-Alun Timur No.8 Rangkasbitung. Sambil berjalan, saya mengamat sekeliling. Ehm.. sangat nyaman sekali berada di alun-alun Rangkasbitung ini karena fasilitas lengkap.
Bagi yang mau jogging, pas sekali ke alun-alun Rangkasbitung. Mau pagi hari atau sore hari juga oke. ada jogging track melingkar lapangan rumput. Lintasannya dibuat agak kasar degan tujuan agar tidak licin. Fasilitas ini termasuk baru, hadir setelah alun-alun direnovasi di tahun 2025 dengan sana sekitar 9 milyar.
Untuk anak-anak, alun-alun Rangkasbitung juga sangat menyenangkan. Ada area bermain yang pastinya pas sekali kalau sore atau pagi hari mengajak anak anak ke alun-alun Rangkasbitung ini. Anak bermain, orang tua bisa duduk di bawah pohon rindang sambil membaca buku sambil ngopi-ngopi syantik.. aduhai hehehe.
Satu hal yang menarik juga ada bola dunia bertulisakan LEBAK RUHAY. Awalnya saya tidak tahu apa Ruhay itu. Tenyata singkatan dari Rukun, Unggul, Hegar, Aman, Yakin. pastinya ini adalah semboyan Lebak, ya. Pastinya ini salah satu spot wajib selfie saat berada di alun-alu Rangkasbitung ini.
berjalan mendekati museum Multatuli, tampak ada lapangan voli. Di dekatnya ada beberapa peralatan olahraga. ini bisa sekali bagi yang ingin membentuk badan. terus tidak juga ada lapangan basket.
Pokoknya menyenangkan berada di alun-Alun Rangkasbitung ini. Cocok sekali untuk beraktivitas, termasuk menghabiskan waktu bersama keluarga juga. Pasti di akhir pekan, saat malam hari alun-alu ini juga ramai, apalagi di akhir pekan.
Jadi kalau ke Rangkasbitung jangan lupa ya mampir ke alun-alunnya juga sekalian bisa mampir ke museum Multatuli dan perpustakaan Saidjah Adinda. sekali jalan di satu tempat, bisa banyak yang dikunjungi. Selamat jalan-jalan.
Bambang Irwanto







Komentar
Posting Komentar