Puasa sebentar lagi, nih. Kalau sesuai hitungan ada yang bilang awal puasa itu mulai hari Rabu18 Februari 2026, tapi ada juga yang bilang mulai hari Kamis 19 Februari 2026. Ya beda-beda sehari, ya. Tinggal tunggu saja sidang penentuan puasa. Kapan pun mulainya, intinya tetap semangat dong, ya.
Puasa datang, memang biasanya event jarang ada. Paling juga acara seputar Ramadan. Acara jalan-jalan pun berarti berkurang dong, ya. Saatnya ngadem di rumah hehehe.
Memang benar. Tapi bukan berarti saya tidak jalan-jalan sama sekali. Hanya mengurangi. Kalau biasanya Sabtu Minggu jalan, ini bisa sebulan 4-5 kali saja. Tergantung ada tempat atau event yang saya Memang ingin datangi.
Kan bosan juga kalau di rumah saja. Nanti tidak ada ide tulisan. Lagian puasa bukan penghalang buat jalan-jalan kok. Justru puasa jadi tidak terasa dan ada manfaatnya. Apalagi jalan-jalan itu termasuk Mindful juga. Makanya ada kan, Mindful Lifestyle Blogger Terus gimana ya cara saya agar tetap jalan-jalan tapi tetap puasa lancar.
Fokus di satu tempat saja
Di hari biasa kalau mau jalan-jalan, saya biasa memegang teguh pribahasa, sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Jadi sekali jalan, saya memang kadang 2-3 tempat atau 2-3 event yang saya datangi. Makanya jalanya dari pagi sampai sore. Bahkan Sampai malam.
Tapi untuk bulan puasa ini, cukup satu event atau satu tempat wisata saja. Ini perhitungannya agar puasa tetap berjalan lancar. Iya kali sampai memaksa diri sampai batal puasa.
Jangan yang jauh
Saat akan jalan-jalan di bulan puasa, saya sangat selektif. Jadi sebelumnya saya tentukan satu tempat saja. Setelah oke, saya lihat lagi nih, apa tempatnya dekat atau jauh?
Kalau ternyata tempatnya jauh, saya skip saja. Saya akan cari tempat atau event alternatif lainnya. Jadi saya bisa menghemat waktu dan tenaga juga.
Batasi waktunya
Satu tempat sudah saya pilih. Jaraknya juga dekat. Oke.. saya kunci. Kalau sudah begini. Saya tinggal mempersiapkan diri saja. Jarak yang dekat berpengaruh terhadap waktu juga. Makanya saya pilih yang dekat -dekat saja Tempat wisatanya bisa ditempuh dengan naik transportasi umum dan tidak perlu berjam-jam. Saya pasti akan berpikir 2 kali kalau tujuan wisatanya ke Rangkas Bitung atau ke Purwakarta. Jadi saya cari yang dekat-dekat saja. Apalagi di Jakarta banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi gratis pula. Kalau pun berbayar, harganya juga terjangkau.
makanya jalan-jalan selama bulan puasa ini sya batsi waktunya. jangan sampai pulangnya malam. Maksimal harus sudah sampai rumah sebelum magrib. Masih bisa buka puasadi rumah juga bisa tarawih.
Kalau pun terpaksa berbuka di jalan, maka saya biasanya sudah mempersiapkan air sebotol dan beberap butir kurma. Nanti bisa salat magrib dulu di jalan sebelum pulang ke rumah.
Saya pun Melakukan Hal ini :
nah, biar jalan-jalan saya selama puasa tetap maksimal, maka saya juga mempersiap hal-hal berikut :
1. Pastinya saat memutuskan akan berjalan-jalan selama puasa, hal utama yang harus saya perhatian adalah kondisi tubuh saya. Kalau fit, jalan, kalau tidak, walau pun sudah direncanakan, lebih baik saya batalkan saja. Karena yang paling tahu kindisi tubuh saya kan ya saya sendiri. Untuk apa dipaksakan. Nanti malah sakit, dan khinrya tidaa berpuasa. No... puasa tetap nomor satu.
2. Selanjutnya saya harus mengusahaka tidur saya cukup. Biasanya saya tidur itu paling lambat jam 10 malam. Lalu saya akan bangun sahur pukul 2. Sengaja, biar sahurnya tidak terburu-buru. Terus saya bisa lanjut tidur lagi. Baru menjelang salat subuh, saya bangun lagi.
3. Biar tetap fit, saya mencukupi kebutuahan air putih saya. Saya menghindrai minum air es saat berbuka.enaknya tuh minum teh hangat. Minum vitamin juga saya usahakan konsumsi juga. ini pastinya sangat membantu menjaga stamina juga.
ha itu dia tips saya. Jadi tetap bisa jalan-jalan walau pas puasa. Dan bisa sekali lho, tetap jalan-jalan bersama keluarga. Yang penting disesuaikan semuanya. Apalagi ini termasuk Family & Personal Journey. Intinya, Semua bisa berjalan sesuai harapan. Asalkan dilakukan dengan senang hati





Komentar
Posting Komentar