Jalan-Jalan Tipis di Purwakarta
Senang rasanya Ketika berhasil mengejar kereta Walahar pergi pulang Cikarang-Purwakarta. Tidak hanya itu, walau singkat, saya juga senang karena bisa berjalan-jalan ke berbagai tempat yang satu Lokasi juga berada di jalan KK Singawinata.
Nah, ke mana saja saya? Yuk, ikuti jalan-jalan saya selama di Purwakarta. Seru... Walau hanya beberapa jam saja. Dan ini juga cocok sekali mengajak anak-anak berjalan-jalan ke Purwakarta di hari minggu
Air Mancur Sri Baduga
Salah satu ikon yang ada di Purwakarta adalah air mancur Sri Baduga. Dan saya tidak menyangka kalau letaknya dekat dengan stasiun kereta Purwakarta. Jadi begitu turun dari kereta Walahar, keluar stasiun, belok kanan, tinggal jalan kaki sebentar, sampai ke tempat tujuan
Nah, pas hari minggu itu, sekitaran air mancur Sri Baduga ramai. Tapi bukan di dalamnya. Orang datang untuk jogging mengelilingi taman air mancur Sri Baduga. Saya suka karena di temboknya ada tokoh-tokoh pewayangan. Dan saya baru tahu, kalau ada Bambangkaca juga hahaha.
Saya pun berjalan mengelilingi Taman Sri Baduga. Dan yang paling menarik itu yang berada di belakangnya. Spot yang bagus untuk foto. Sayangnya saya tidak membawa tripod. Mau minta tolong orang, mereka juga asyik foto. Pasti fotonya akan bocor juga hehehe.
Bale Panyawangan Diorama Nusantara
Sebelumnya saya tidak tahu ada diorama Nusantara di Purwakarta. Saat saya lewat depannya, saya langsung tertarik masuk. Dan wuih.. keren.
Jadi Bale Panyawangan Diorama Nusantara ini merupakan perkembangan dari masa ke masa kehidupan. Mulai dari masa praSejarah sampai kehidupan modern.
Makanya menyusuri Bale Panyawangan Diorama Nusantara ini, seperti menyusuri setiap Lorong waktu. Informasi disajikan dengan sangat menarik. Pastinya menambah wawasan dan pengetahuan juga.
Hampir Naik Kidang Pananjung
Saat saya berjalan ke arah Air mancur Sri Baduga, saya melihat bus seperti Bandros. Kebetulan saya sudah pernah naik Bandros saat ke Bandung. Saya langsung teringat cerita Mbak Ire di kompasiana saat jalan-jalan ke Purwakarta dan naik bus kayak bandros.
Ternyata Namanya Kidang Panunjung. Bus wisata juga. Jadi rutenya keliling purwakarta dan melewati ikon ikon Purwakarta. Tarifnya 20 ribu sedang untuk pelajar 15 ribu
Sayangnya saya tidak jadi ikut berkeliling karena harus bergegas. Padahal saya sudah duduk anteng di atas Kidang Panunjang. Next ya...
Taman baca Drupadi
Saya itu tidak bisa tidak mampir kalau sudah ketemu perpustakaan atau taman baca. Apalagi kalau sudah di depan mata hehehe. Maka saya pun mampir ke Taman baca drupadi yang letaknya tepat berada di belakang Bale Panyawangan Diorama Nusantara Purwakarta.
Taman Drupadi terdiri dari 3 ruang baca. Dari ruang perpustakaan Anak, ruang perpustakaan remaja, dan ruang perpustakaan umum. Yang saya suka ruang baca anak. Banyak buku-buku bagus. Rasnya ingin saya pinjam untuk sebagai bekal menulis cerita anak.
Terus paling senang karena ruang baca anak juga ramai. Banyak orang tua mengajak anaknya ke sini. Menumbuhkan minat baca pada anak, sekaligus melepaskan anak dulu dari gadget.
Bale Panyawangan Diorama Purwakarta
Sebelum ke stasiun untuk pulang, saya sempatkan mampir sejenak di Bale Panyawangan diorama Purwakarta. Nah, bedanya dengan Bale panyawangan diorama nusantara, di sini khusus menampilkan diorama Purwakarta, dari sejarahnya, sampai perkembangan dari masa ke masa. Makanya banyak ditampilkan arsip dan prasasti juga.
Sayangnya, Karena saya datang di hari minggu, maka ini sepertinya tutup. Jadi saya hanya bisa melihat-lihat bagian depan saja. Padahal dari info yang saya cari, ada 9 ruangan di sini. Kapan-kapan deh, saya datang ke Purwakarta di hari biasa.
Akhirnya waktu semakin mendekati pukul 1 siang. Saya pun bergegas menuju ke stasiun Purwakarta untuk siap-siap Kembali ke cikarang. Sampai jumpa lagi Purwakarta.
Bambang Irwanto








.jpeg)
.jpeg)

Bagus2 tempat wisatanya mas. Terlebih aku yg suka baca dan sejarah pasti seneng kalo bisa ke taman baca dan melihat sejarah kota ini.
Trus itu si Bambang kaca siapanya Gatot kaca 😄😄?
Aku salfok sama wayang bambangkaca nya ternyata wayng orang di jawa tengah dan jawa barat itu berbeda yaa, tapi bener jugasie klo di jawa tangah jawa timur yogya pake bahasa jawa sedang kalo jawa barat pake bahasa sunda yaa :)
Meski harus buru-buru ya
Selanjutnya ke Cianjur Pa... Ke Cianjur juga ada kereta api kok
Ditunggu ya...
Aku tuh penasaran sama Air mancur dan diorama di Purwakarta semoga next jelajah ku bisa ikutin jejak mas Bams.
Satu yang aku lihat ketika solo travelling dari mas Bams, yakni teliti.
Jadi lebih teliti dengan apa yang ada di sekitar yaa, mas Bams..