Akhirnya Berhasil mengejar Walahar
Yess.. akhirnya satu list saya berhasil saya centang dengan manis. Minggu 25 Mei 2025, saya pun PP Cikarang-Purwakarta naik Keret Lokal Walahar. Seru? pastinya… banyak cerita yang saya bawa dari kota berjulukan kota pensiun itu.
Dan sebenarnya, saya sudah pernah naik Kereta Walahar. Waktu itu saya diajak mencari konten di stasiun Whoosh karawang bersama ClicKompasia dan Kreatoria. Tapi waktu itu hanya naik Walahar dari stasiun Cikarang sampai ke stasiun Karawang. Kurang jauh hehehe….
Mulai Mengejar Walahar
Mengejar kereta Walahar sebenarnya dimulai dari Jumat 24 mei 2025. Setelah saya membaca pengumuman kalau saya tidak terpilih ikut jalan-jalan ke Jakarta International Stadium atau JIS, saya pun dengan cepat langsung mengubah rencana. Sabtu ini saya mau naik Walahar saja hehehe.
Saya pun bergegas memesan kereta Walahar di aplikasi KAI. Saat cek en ricek, ternyata saldo saya kebetulan masih ada Rp.16.600,-. Pas sekali untuk membeli tiket PP seharga 8 ribu. Malah masih ada sisanya 8 ribu hehehe. Oke bungkus tiketnya.
Eh.. selang 10 Menit ada pesan WA dari Bu Muthia yang menawari saya ikut ke JIS. Kebetulan ada ynag batal ikutan. Wah.. Alhamdulillah. Langsung saya iyakan. Kalau rezeki tidak bakal ke mana ya. Terus bagaimana tiket PP Walahar untuk hari sabtu? Hempaskan… bisa lain waktu hahaha.
Semangat Membara Naik Walahar
Selesai sore dari JIS habis mandi sore saya selonjoran smabil cek email. Ternyata, ada email dari KOteKA (Komunitas Traveler Kompasiana) kalau saya tidak terpilih ikut jalan-jalan ke kota lama Tangerang. Bararti hari minggu kosong, ya. Maka otomatis keinginan mengejar kereta Walahar membara lagi hahaha. Apalagi kemarin saya lhat IG Reels Mbak Ire yang berhasil mengejar Walahar. maka saya pun pasti bisa hahaha.
Saya pun membuka aplikasi KAI. Eh.. masih ada saldo nih 8 ribu sekian. Boleh lah saya manfaatkan untuk membeli tiket kereta api Walahar buat hari minggu. Yess tiket masih ada. Fix ya, saya berangkat besok.
Ayo.. kita mulai mengejar Walahar
Minggu 25 Mei pukul setengah 4 saya sudah bangun. Padahal malamnya saya baru tidur pukul 12 lewat sedikit karena menyelesaikan selesaikan Blog walking dulu, biar jalan-jalan tenang. Seperti semboyan saya, kelarin BW dulu, abru jalan-jalan. Kalau tidak kelar, kelarin sambil jalan w
Saya akan naik KRL pertama dari Depok. Dan setelah saya cek itu sekitar pukul 04.28 WIB. Mandi dengan semangat, lalu berangkat pukul 04 lewat 5. Wah, tidak jauh, saya baru ingat kuota saya habis semalam. Baliklah saya dulu ke rumah isi kuota, lalu memacu motor ke stasiun Pondok Cina Depok.
Sampai Pocin kok parkiran motor yang biasa masih tutup ya? Duh, piye iki? Bisa tidak terkejar KRL pertama nih. Soalnya kalau lewat, maka bisa saya terlambat. Karena kuncinya harus berangkat cepat. Saya tidak mau kejadian kayak Gagal 2X naik kereta Rangkasitung-Merak, karena telambat tiba di stasiun Rakngkasbitung hehehe.
Setelah tengak-tengok, eh, ternyata di dekat situ ada pariran lain. Alhamdulillah buka. Saya pun bergegas parkir. Lalu masuk ke peron. Tidak lama, KRL pertama datang.
Tadi saya pikir, KRL pertama ini bakalan kosong. Saya bisa duduk tampan rupawan manjah sambil merem-merem dikit hahaha. Ternyata.. kok penuh. Saya pun harus berdiri sampai Mangarai, lalu bergegas salat subuh dulu.
Alhamdulilla, semesta mendukung. Pas saya turun samai juga KRL menuju Bekasi. Tidak apa nanti nyambung lagi ke Cikarang.Saya pun masuk. Nah, ini kosong. Saya bisa duduk Santai, tapi tidak bisa merem sih. Saya memilih melihat pemandangan pagi.
Sarapan dulu di Cikarang
Sekitar pukul setenagh 7 KRL pun masuk di Stasiun Cikarang. Suasana sudah ramai, Karena banyak juga yang naik kereta jarak jauh dari stasiun Cikarang.
Karena kereta Walahar masih lama, saya pun memutuskan mencari sarapan dulu di pintu masuk stasiun. Sweelah lihat-lihat, saya memilih ketoprak saja. Harganya seporsi 13 ribu. Mengenyangkan, cukup menganjal perut sampai siang.
Dan ternyata di Cikarang ini ada Biskita juga seperti di kota Bogor. hanya namanya berbeda. Kalau di Bogor Biskita Trans Pakuan, kalau di Cikarang namnaya Biskita Trans Wibawa Mukti. Yang saya lihat itu Biskita dari staisun Cikarang menuju Stasiun LRT Harjamukti. Kapan-kapan mau saya coba tuh.
Kelar sarapan, saya ke toilet dulu. Eh, tiba-tiba saya disapa bapak-bapak. Katanya,”Orang Batak, ya?” tetntu saja saya bilang tidak. Tapi Bapak itu menegaskan kalau saya kayak orang Batak hahaha.
Saya pun Kembali naik ke atas untuk menunggu. Samar-samar kok saya mendengar kalau kereta Walahar sudah menunggu di peron 6. Saya pun bertanya pada petugas. Tenyata sudah bisa masuk dan lewat pintu sebelah. Eh, ada papan petunjuknya pula. Saya saja yang tidak fokus karena kenyang makna ketoprak hahaha.
Saya pun scan tiket masuk, lalu turun ke peron. Wah, benar masih kosong. Saya pun bebas memiih kursi. Tentu sja saya memilih duduk ke arah laju kereta. Saya pun bisa ngechas hape. Lumayan hape penuh, bisa tenang ambil video selama di Cikarang.
Menjelang pukul setengah 8,kereta semakin penuh. Penumpang terlihat berlarian masuk ke gerbong kereta. Tentu saja kali ini sudah untung-untungan, ya. Kalua dapt tempat duduk Syukur, kalau tidak ya berdiri menunggu ada yang turun. Alhamdulillah saya sudah anteng.
Meluncur menuju Purwakarta
Sesuai jadwa, kereta Walahar barangkat dari stasiun Cikarang Menuju stasiun Purwakarta. Ada 7 stasiun pemerhentian. Dari Cikarang, Lemahabang, Kedunggedeh, Klari, Kosambi, Dawuan, Cikampek-Cibungur dan akhirnya sampai Purwakrat. dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
Hari minggu penumang ramai. Ini akrena banua yang berjalan-jalan Bersama keluarga. Yang tinggal di Kosambi, Cikampek, Klari juga jalan-jalannya ke Purwakarta. Tujuannya ke taman edukasi Suradwisesa dan sekitar air mancur Sri Baduga yang memang kebetulan ramai.
Saya jadi membayangkan, duduk santai di malam hari di jalan di jalan KK Singawinatana. Melilat lalu lalang kendaraan sambil menikmati sepiring sate marangi. Lalu ditutup manis dengan segelas Bandrek minuman khas sunda yang bikin badan hangat itu. Ehm.. nikmatnya...
Saya pun berjalan-jalan menyusuri sekitar stasiun. Ternyat seru, banyak tempat menarik. Termasuk ke Bale Panyawangan melihat Diorama Nusantara. Saya juga mampir ke Taman Baca Drupadi.
Mari kita pulang
Sesuai rencana, saya pun Kembali ke Stasiun Purwakarta pukul setengah satu. Saya akan naik kereta pukul setengah 2. Sebenarnya ada yang kereta sore. Tapi pasti saya sampai rumah kemalaman.
Ternyata stasiun sudah ramai. Saya tanya petugas, katanya boleh masuk pukul 1 lewat 10 menit. Saya pun sengaja menunggu di dekat pintu mausk. Eh, tidak lama orang sudah antre masuk. Saya pun segera ikut mengantre. Lebih enak menunggu di dalam. Apalagi ada air isi ulang juga. Lumayan isi tumbler hehehe.
![]() |
| Penumpang yang Menunggu Naik kereta Pulang |
Pukul.. pintu baru dibuka. Penumpang mulai berdesakan keluar dan bergegas masuk gerbong. Anak-anka sudah mulai banyak menangis. Saya sabar menunggu giliran. Yakin sih, dapat tempat duduk heheh. Alhamdulillah dapat, dan duduk di arajh laju kereta lagi.
Alhamdulolah perjalan pulang lancar. Kereta Walahar tiba di stasiun Cikarang yang masih saja rsmai. Saya pun lanjut naik KRL menuju Muara angke via Manggarai. Turun di Manggarai lalu lanjut KRL menuju depok.
Senangnya, bisa menuntaskan jalan-jalan ke Purwakarta naik Kereta Walahar. Nantikan postingannya jalan-jalan saya selama di Purwakarta saya. Selamat jalan-jalan.
Bambang Irwanto












Waduh, alamaaat ini warga +021 bakal makin semangaatt jalan2 ke Purwakarta.
Eh, ini Purwakarta yg ada pertunjukan air mancur bernyanyi dan ada lampu2 kerennya itu kan> ((tapi cuma ada pas malam doang))
Saya baru sekali ke Purwakarta, dan terpukau bangeettt dgn pertunjukan air mancur ituuu
Tapi enak sih, PP sejauh itu cuma 8000 perak lho. Mantap jiwa
Delapan ribuan hangus anggap aja bapak jajan bakso tumpah. Hehehe
Tapi lucunya kenapa sampai dibilang orang batak Pak hihi
Tapi dengan "kejar-kejaran" itu ada kesan tersendiri yang bisa dibagi di blog. :D
Alhamdulillah ya tetep bisa ke Purwakarta setelah sebelumnya jadi ke JIS. Kapan-kapan bareng yuk pak ke Purwakarta. Seru banget loh harus nyoba ke alun-alunnya.
penasaran sama kota Purwakarta, kayak apa ya rasanya explore kuliner di sana. Dan ternyata kalau dari tempat tinggal Pak Bambang, harga tiket keretanya ada yang murah
kalau dari lokasiku di Jatim sini, harganya udah berasa kalau dibandingkan dengan yg 8ribu
Jadi lebih sering jalan jalan ya mas
Ditunggu cerita explore Purwakarta
Turut lega dan kasih jempol dua karena akhirnya mas Bams sukses mengejar Walahar serta bisa jelajah Purwakarta. Selamat yak.
Semangat ngejar keretanya dari jam 4 pagi ngingetin aku dulu kalau mau pulang dari Jember ke Surabaya naik KA Logawa subuh-subuh minta dianter mbak kos ke stasiun. Enaknya kalau ada barengan bisa minta tolong temen antriin tiket dulu. Wkwk
Dalam Keretanya mengingatkanku sama KA Ekonomi Sri Tanjung dan Logawa
Dan mashaAlla yaa.. memang menjadi incaran karena berada di trek ramai penumpang. Stasiun Purwakarta - Stasiun Cibungur - Stasiun Cikampek.
Sebagai angker, pasti uda tau banget keistimewaan kereta ini.
Tapi kalau engga, panduannya apa, mas Bams?
Adakah aplikasi lengkap yang menjelaskan rute masing-masing KAI dari mana dan akan kemana?
Haturnuhun.
Gak heran mau naik kereta Walahar jadi war karena harga tiket murah banget.
Masih penasaran juga kenapa Purwakarta dinamai kota pensiunan?