Langsung ke konten utama

Jalan-Jalan di Penghujung Tahun 2025 di Kota Tua Jakarta



Cerita kali ini adalah lanjutan cerita jalan-jalan di penghujung tahun 2025. Jadi setelah menyusuri Perpustakaan Jakarta di area Taman Ismail Marzuki di daerah Cikini Jakarta, menjelang sore saya dan Didi kembali berjalan ke stasiun Cikini. Tujuan kelanjutannya, saya mengajak Didi ke kawasan kota tua.

Berjalan kaki sekitar 15 menit, sampailah kami di stasiun Cikini. Begitu masuk, kami langsung naik tangga ke peron yang posisi kereta akan ke stasiun Jakarta Kota. setalah menunggu sekitar 5 menit, KRL tujuan Jakarta Kota yang kami tunggu pun tiba. Saya dan Didi langsung masuk ke Gerbong. Kali ini lowong, Karean sesuai pengalamna saya, KRL dari Depok itu penuh penumpang sampai stasiun Manggarai. Setelah itu lenggang dan bisa duduk.  Saya dan Didi pun bebas duduk di mana saja hehehe.

Alhamdulillah perjalanan naik KRL memang selalu lancar dan tepat waktu. Apalagi dari Cikini hanya melalui beberapa stasiun sampai akhirnya sampai ke stasiun Jakarta Kota. Rasanya baru duduk sebentar, eh.. tau-tau sudah sampai.

Ramainya Kawasan Kota Tua

Saya dan Didi lalu bergegas turun, lalu berjalan menuju pintu keluar ke arah Taman Fatahillah. Suasana ramai. ini karena sudah bertepatan dengn libur anak sekolah. Bahkan sepertiya sudah banyak yang luar dari daearh juga. Apalagi ada Event Jakarta Light Festival 2025 yang berlangsung 30-31 Desember 2025.


Sebelum ke Taman Fatahillah, saya menawari Didi mau jajan apa? Dia sih menolak, walau saya tahu dia pengin hahaha. Akhirnya kami beli paket nasi ayam CFC yang kebetulan ditawarkan 2 karyawannya di depan stasiun kota. saya pun mengajak Didi duduk sejenak. Makan ayam goreng, lanjut dengan ngemil jajanan yang kami bawa. Alhamdulillah kenyang... urusa perut pun aman hehehe.



Kami pun lanjut berjalan menuju Taman Fatahillah. suasana semarak. sudah bayak instalasi yang dihadirkan. Hanya karena belum gelap, maka lampu-lampunya belum dinyalakan. kalau malam pasti keren.



Nongkrong Nonton Musik di Taman Fatahillah

Ternyata Taman Fatahillah yang terletak di depan Museum Sejarah Jakarta itu sudah ramai pengunjung. Depan museum yang digunakan sebagai panggung sudah tampak alat musik. Area dinding depan museum pun sudah ditutup seluruhnya berwarna putih. siap menghadirkan mapping keren.



Saya mengajak Didi duduk di antara pengunjung. Bekal jajanan saya buka lagi. Kami pun ngemil sambil menikmati penampilan semua performance keren dn sangat menghibur pengunjung.


Jakarta light Festival Kota Tua

Menjelang magrib, saya menawari didi, mau lanjut sampai malam atau pulang saja. Dan dia memilih pulang. Yo wislah.. kami omah hahaha. Yang penting sudah jalan-jalan sejak siang tadi. Pasti sudah cukup jadi pemanasan untuk diajak jalan-jalan berikutnya hehehe.

Kami pun bergegas keluar dari area pengunjung yang masih memenuhi depan panggung musik depn Museum Sejarah Jakarta di taman Fatahillah. Suasana semakin semarak. Apalagi lampu-lampu pas instalasi sudah dinyalakan

makanya sebelum pulang, saya megajak Didi foto-foto foto-foto  dulu, sebagai bukti kami telah di Jakarta Light Festival di Kota Tua. No foto kan, sama dengan hoax hahaha.

Sebelum ke instalasi, saya foro dulu di depan balon 3 ikon baru Jakarta yaitu Je Ka Te. Je adalah ondel-ondel, Ka adlah mmacan Kemayoran, dan Te adalah Lidah Api Monas. 3 ikon ini dipilih dari hasil sayembara , lho. Kebetulan saya sempat melihat pameran para finalisnya di Lapangan Banteng.


seru.. walau memenag kurang nendang karena suana belum terllalu gelap. Berbeda saat saya ke Jakarta Ligth Festival Chismas di Bundaran HI bulan Desmeber 2025 juga. itu karena sudah di atas pul 7 malam, jadi warna-warni lampunya keren sekali.



setelah itu, saya pun lajut berfoto di berbagai instalsi. Harus sabar antre bahkan harus rela ada foto bocor hahaha. Dan akhirnya puncaknya saya berfoto di Instalasi Jakarta 500 tahun.




Mari Pulang...

saya  pun mengajak Didi ke stasiun Jakarta Kota. karena naik dari setasiun awal keberngkatan, maka kami pun langsung dapat tempat duduk. Saya memilih posisi paling pojok. Kami pun duduk sampai statsin Pondok Cina. Didi malah tertidur sampai stasiun Universitas Pancasila.

Saat sampai di stasiun Pocin, ternyata hujan  turun deras. saya pun mengajak Didi menunggu sejenak sampai hujan reda. saya menawri Didi mau makan apa, agar perutnya tidak kosong dan tidak masuk angin. Didi memilih hamburger. Okelah.. walau sedikit antre.

Eh.. pas pesanan kami kelar, hujan kok reda. Saya memutuskan mengajak Didi pulang saja. daripada nanti ada hujan susulan. Lagian sudah pukul 8 malam lewat.

Akhirnya kelar sudah jalan-jalan di penghujung tahun 2025. senang rasanya walau hanya jalan-jala sekitar Jakarta. Sampai jumpa lagi di cerita jalan-jalan 2026..

Komentar

  1. Kaget ngeliat dinding Museum Fatahillah berubah warna pucat gitu, kirain dicat permanen eh tahunya nggak, syukurlah hwhw. Di Palembang beberapa kali diadakan juga Light Festival ini, cuma sayangnya nggak menyasar pusat kota dan ikon kota (Jembatan Ampera misalnya), malah diadakannya jauh ke pinggiran, di tengah lapangan besar gitu. Ya, jadi kurang terasa festivalnya.

    Nah kalo di Jakarta ini kan diselenggarakan di area-area strategis. Pusat ibu kota pula jadi gak heran kalo yang hadir bisa serame itu.

    BalasHapus
  2. Sudah lama tidak ke sini
    Yakin saja soon bisa ajak anak sejenak menikmati sibuknya ibukota
    Hanya saja kalau di Jakarta suka ga tahan sama macet
    Ah jadi kangen naik sepeda ontel di Kota Tua

    BalasHapus
  3. Seru banget Pak Bambang. Saya juga gak sabar nunggu anak saya besar, biar nantinya bisa diajak mampir keliling-keliling bareng kayak gini, hehehe.
    Waktu terakhir saya ke Kota Tua, belum ada instalasi cahaya seperti ini. Tapi tak apalah, sekedar berkeliling kota saja kan memang bisa menyejukkan jiwa yang sedang lelah ya pak.

    Semoga nanti kapan2 bisa melipir bareng pak. Cayooo!

    BalasHapus
  4. Uwaaah seruuuuuu. Didi anakmu kan ya mas? Enaaak yaa kalau anak masih mau diajak jalan bareng 😄.eh tapi anakku juga masih mau, cuma milih2 tempat. Ga mau kalau kebanyakan jalan 🤣🤣🤣.

    Instalasinya bagus2, ini pasti kereeeen kalau difoto malam. Dan aku baru tahu ikon jakarta si Je Ka Te 😄😄. Lucu jugaaa. Ga nyangka ya mas, JKT udh 500 tahun usianya . Semogaaaa aja bisa maju deh

    BalasHapus
  5. Jalan-jalan jelang akhir tahun yang sangat seru banget ini sih. Gapapa lho jelajah Jakarta, banyak banget sudut menarik dan Kota ini tuh beneran keren karena ada transportasi umum terintergrasi, memudahkan kalau mau bepergian apalagi KRL yang selalu on time.

    Didi strong juga nih, udah bisa diajakin jalan-jalan seharian. Dia nggak rewel dan enjoy menikmati momen. Jakarta light festival emang menarik sekali ya, kreatif, estetik.

    Nah, nah, rawal hujan emang bulan Desember. Untung hujan reda dan bisa lanjut arah pulang ya.

    BalasHapus
  6. Aku jadi keinget, pernah juga menghabiskan waktu-waktu di awal tahun di Jakarta. Waktu itu, aku sama kedua sahabatku ke Monas, Kota Tua. Seru sih. Meski aku nggak bisa masuk ke monas karena waktu itu ramai banget.

    BalasHapus
  7. Seseru itu ya jalan-jalan bareng kesayangan. Gak hanya menciptakan kehangatan dan kebersamaan, tapi juga perjalanan pun mengesankan, bisa sampai Kota Tua, lihat festival pula

    BalasHapus
  8. Balon ondel-ondelnya jadi cute gituu ya Mas. Kalau ondel-ondel yang asli kan lebih 'sangar'.
    Alhamdulillah puas jalan-jalan ya Mas, balonnya juga cakep. Kalau Light Festival Gini tiap tahun selalu ada ya?
    Jadi pengen makan cfc juga wkwkw.

    BalasHapus
  9. Ikut senang dengan jalan-jalan akhir tahunmu di Jakarta. Kebetulan akhir tahun kemarin tidak disana, jadi tetap merasakan suasana dengan tulisanmu pak. Terima kasih ya.

    Melihat foto dengan kumpulnya orang merayakan akhir tahun dan hujan rintik itu terasa sekali momennya terasa dekat. Apalagi soal buka bekalnya he he he. Dan baru ngeh banget kalau usia Jakarta sudah 500 tahun. Aaah nanti balik mau foto disana ah. Semoga masih ada tulisan itu.

    BalasHapus
  10. Sayang ya lampunya belum banyak yang nyala karena belum gelap, tapi lumayan sudah dapat foto dengan beberapa yang menyala lampunya. Itu ikon Je Ka Te imut-imut banget. Jadi pengen foto di sana juga hehehe...

    Alhamdulillah akhir tahun bisa jalan-jalan berdua ya. Quality time. Semoga jadi kenangan indah yang terus dikenang. Kapan-kapan jalan berdua lagi.

    BalasHapus
  11. Asyiknya quality time sama anak begini ya, Pak. Biar "cuma" naik KRL ke Kota Tua, tapi berkesan sekali. Seisi Kota Tua pasti jadi cantik banget nih dengan instalasi-instalasi lampu begini.

    Sebagai introvert, saya mungkin akan menunggu suasana sepi saja hahaha

    BalasHapus
  12. wah sudah lama banget nggak ke kota tua. aku pertama kali ke sana itu tahun 2010 dan belum kesampaian lagi ke kota Tua. seru ya pastinya menghabiskan akhir tahun dengan jalan-jalan di sekita kota Tua

    BalasHapus
  13. Maskotnya lho lucuk Pak Bams.. huhehehe... Saya yang liat gemas² gitu.

    Saya belum pernah ke kawasan kota tua. Padahal beberapa kali ke Jakarta untuk berkunjung ke sepupu. Saya tahu kota tua di JKT dari teman yang habis naik ontelnya buat prewed. Hihihi..

    Rasanya pengen jadi destinasi baru kalau ke JKT. Kadang kalau ke JKT suka bingung mau kemana, selain ke Monas. Kayak kotanya luas amat 🥹

    BalasHapus
  14. Seru ya pa acaranya , kota tua aku pernah kesini sekali hehe tahun 2015 san kalau ga salah , dan naek sepeda disinj pake topi di photo gedung itu juga , dan setelah nya tau ga pa hp aku lobet , terus aku ikut nge cash di indomart setelah janjian sama temen aku disuruh ke thamrin citty sendiri pakae gojek wkwkwkw

    BalasHapus
  15. Asik sekali jalan-jalan akhir tahunnya karena bisa merasakan situasi Jakarta yang pasti berbeda dibanding hari-hari biasa dengan banyaknya festival dan juga acara yang ada di sana sehingga bisa menjadi jalan-jalan kenangan yang tak akan terlupakan

    BalasHapus
  16. Ternyata yang di kota gak kalah seru ya Pak. Banyak spot foto dan keseruan lain. Walau gak sampe malam tetap berkesan pastinya. Tos Didi aku juga suka burger >.<

    BalasHapus
  17. Waaahh baru tahu kalau Kota Tua bikin Jakarta Light Festival ini. Banyak juga yaaa peminatnya yang ingin nyari hiburan jelang pergantian tahun. Ini udah berakhir kah Pak Bambang atau masih ada nih sisa2nya? hehe
    Mapping itu maksudnya nanti akan ada apa tu Pak Bambang di dinding museumnya? Muterin video atau nyorot lampu2 cantik gitu kah?
    Wah sayang banget ya nggak sampai malam, eh tapi kalau sana hujan tu horor karena lokasi neduhnya kurang sih ya.
    Soalnya pernah mengalami kehujanan di sana pas ngajak ortu main hehe.
    Asyik yaa udah bawa oleh2 pengalaman dan foto2 banyak di instalasi2nya :D

    BalasHapus
  18. Seru banget keliling kota tua ya mas
    Memang kota tua ini jadi salah satu destinasi wisata favorit di Jakarta ya
    Apalagi sekarang semakin banyak acara di kota tua ini, termasuk Light Festival

    BalasHapus
  19. Alhamdulillah..
    Seneng sekarang mas Bams punya travel mate yang serruu..
    Jalan bareng Didi bisa bikin mampir kemana-mana dengan pengalaman baru.

    Event Jakarta Light Festival 2025 cantiknyooo.. suka sama lampunya yang gemooyy~~

    BalasHapus
  20. Quality time nih judulnya mas, sekalian jalan-jalan bisa ngobrol ngalor ngidul, pastinya jadi lebih akrab kan ya. Time flies so fast ya, sudah ganti tahun 2026 nih. Saya belum eksplore Kota Tua nih, ingin cobain jajanan di sana. Waktu itu hanya sebentar saja saya mampirnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Seru Pergi Pulang Bogor-Cipanas lewat Jalur Puncak

  Foto : Dewi Puspa Selama ini, saya selalu mendengar orang pergi liburan ke puncak Bogor yang memang sepertinya mempunyai magnet tersendiri. Kadang kalau ada long weekend, pasti orang akan berbondong-bondong ke puncak. Makanya saya langsung teringat pernah nonton di televisi, liputan orang-orang yang menawarkan penginapan atau villa di pun pak Bogor. Mereka berdiri atau duduk di sepanjang jalan sambi memegang papan bertuliskan "Sewa Villa. Atau pernah juga saya menonton jasa Ganjal ban mobil saat posisi mobil sedang berada di tanjakan dan sedang macet. Ke Puncak Bogor, yuk! Rabu 26 Februari 2025, akhirnya saya merasakan sendiri perjalanan pergi pulang Bogor-Cipanas melalui puncak Bogor. Jadi ceritanya, saya diajak oleh ClicKompasiana & Kreatoria berkunjung ke Istana Kepresidenan Cipanas. Tentu saja saya senang sekali. Seperti mimpi saja bisa menginjakkan kaki di istana Kepresidenan seluas 26 Hektar itu. Foto : Kang Bugi Saya berangkat pagi naik KRL  dari stasiun Pondok Ci...

Akhirnya naik kereta api Rangkasbitung Merak setelah 2 kali Gagal

  Setelah gagal 2x naik kereta Api Rangkasbitung-Merak, akhirnya, pada hari minggu, 9 Maret 2025, saya berhasil naik  juga pada percobaan ketiga hahaha. Segitu senangnya saya hahaha. Keingian Naik Kereta Comuterline Rangkasbitung-Merak Sejak naik kereta Walahar PP dari Cikarang ke Karawang saat eksplor stasiun kereta Whoosh Karawang  lalu dilanjutkan ngebakso pertama kali di Karawang , saya kok ingin mencoba kereta lokal lainnya. Adalah Mbak Utari, teman blogger dan penulis cerita anak yang mempromosikan kereta lokal Rangkasbitung-Merak. Kebetulan Mbak Utari tugasnya di serang, jadi memang sering naik kereta commuter line itu. Oke siap. Namanya saya penasaran, makanya saya pun ingin segera mewujudkan list saya itu. Apalagi tiketnya sangat pas di hati dan kantong. Hanya 3000 rupiah saja. Maka pada suatu hari di hari libur nasional, saya pun meniatkan diri untuk mencoba naik kereta lokal Rangkasbitung-Merak. Sesuai arahannya, dari stasiun Pondok Cina Depok, saya menuju ke M...

Keuntungan Jalan-Jalan Saat Bulan Puasa

Puasa kok jalan-jalan? Apa tidak capek dan haus? Terus batal puasanya. Saat puasa bulan Ramadan kan enaknya ngadem rebahan di rumah sambil nonton drakor. Eh.. hahaha. Saya juga awalnya berpikiran seperti itu. Kayak kurang kerjaan saja ya, bulan puasa malah keluyuran ke tempat wisata. Memang tidak ada hari lain? Tapi, kalau dipikirkan terus, maka saya tidak akan pernah tahu, bagaimana rasanya jalan-jalan saat puasa Ramadan.  Namanya juga penasaran, kan? Pengi beda gitu dengan yang lainnya. Karena yang bed aitu.. sesuatu hahaha. Lagian kalau saya jalan-jalannya pas hari lebaran, itu sudah biasa.. halah.. Gayane saya ini. Apalagi saya kan freelance. Jadi dari segi waktu memang lebih fleksibel. Jadi pas lebaran, saat orang desak-desakan di tempat wisata atau bermacet-macet ria di jalan, saya sudah santai di rumah makan ketupat opor ayam, sambal goreng ati hahaha. Nah, jalan jalan pas puasa itu, pernah saya lakukan saat masih berada di Kebumen. Saya susuri beberapa Pantai pantai di kebu...