Di hari ke 4 bulan puasa Ramadan ini, rasanya saya pengin jalan-jalan. Apalagi bertepatan dengan hari Minggu. Jadi sekalian refreshing dan cari bahan untuk blog. Soalnya saya banyak ikutan Blog walking juga. Termasuk mampir ke Blog Tulisandin.
Tapi ke mana ya? Benar-benar belum ada ide yang
melintas di kepala saya hehehe.Saat puasa itu, memang jalan-jalan jadi terbatas karena kurang event juga. Tapi namnya kebelet pengin jalan, ya, jalan saja hahaha. Padahal saya itu, sudah keluar rumah di hari Rabu 18 Februari 2026 hehe.
Akhirnya, karena berhubung bulan Ramadan, makanya saya
pengin jalan-jalan yang bernilai religi. Paling pas sih, ke masjid-masjid yang ada di Jakarta. Dan yang
paling kepikiran adalah saya pengin ke masjid Istiqlal. Paling tidak, untuk berbuka puasa di sana, lalu lanjut salat magrib, dan mungkin bisa salat tarawih.
Oke sip kayaknya rencana yang mantul dan cukup realistis. jangan sampai kan, ada yang bilang, puasa-puasa kok malah jalan-jalan. Apa tidak takut haus dan lapar, lalu batal puasa? Oh.. tenang bae. Saya sudah biasa kok hahaha. Gayane saya ini.
Maka saya pun mulai
menyusun rencana mau ke masjid Istiqlal saja. Apalagi saya selama ini belum pernah berbuka
puasa di masjid istiqlal. Marilah kita gaskeun.
Yuk.. Berangkat!
Hari Minggu setelah membereskan keperluan ibu saya. Maka
pukul 11 siang saya berangkat meninggalkan rumah. Nah tujuan saya adalah naik
Transjakarta no D11 dulu ke terminal
Depok. Nanti dari sana, saya baru naik KRL
menuju Stasiun Juanda. O, iya. Sekadar info, terminal Depok dan stasiun Depok Baru ini berada dalam satu wilayah tang sama ya. Jadi integrasi mau ke
mana-mana enak.
Saat Transjakarta yang saya tumpangi akan memasuki terminal Depok, saya melihat ada Biskita. Terus di halte depan Depok Open Space itu tertulis jelas Biskita plus rutenya. Saya langusng kepo dong, ya dengan bus trans yang mulai beroperasi 14 Juli 2014 itu.
Lalu
saya kok tiba-tiba, kepikiran mau naik Biskita rute terminal Depok-Stasiun MRT
Harjamukti saja. Kebetulan saya belum pernah naik Bus trans Rute ini. Padahal di kota lian, saya sudah pernah coba bus transnya. Dari bus Trans Jogya, Batik Solo Trans, bus rans sulsel, BRT Trans Semarang, juga Bus Trans Pakuan Bogor. beberapa juga ulasan lengkapnya sudah saya tulis di blog.
Naik Biskita Koridor 1
Setelah sampai terminal Depok, saya pun bergegas turun, lalu
mencari Biskita. Sejenak saya celingak-celinguk. Di mana ya, Biskita parkir? Ternyata
Biskita yang kini bertransisi mejadi Teman Bus dengan operator Agra Mas ini parkirnya
di ujung.
Saya pun begegas naik ke atas Teman Bus. Tidak lupa saya tab
kartu uang eletronik. Pembayaran sangat mudah dan bisa pakai kartu apa saja. Flazz, E-money, dan kartu lainnya juga bisa.Dan
Ketika saya cek mutasi pembayaran di hape, itu 0 rupiah. Kok iso? Setelah saya
cari info, ternyata Teman Bus ini masih gratis sampai April 2026. Sedangkan
nanti tarif resminya 6000 rupiah sekali tab sekali jalan. Wow… sangat worth it
sekali ya.
Pengalaman Pertama Naik Trans Depok
Dan
saya beruntung karena begitu saya naik, Teman Bus langsung berangkat. Saya pun
tidak perlu menunggu lama lagi.
Karena baru pertama kali, maka saya sangat eksaited menikmati perjalanan naik Teman Bus yang merupakan koridor 1 ini.Nha, saat saya cari info, akan ada koridor lainnya yaitu rute Terminal Depok-Sawangan. Pastinya kalau sudah berjalan, saya akan mencoba rute ini. Saay si, sering melewati Sawnagn, tapi seringnya naik motor.
Teman Bus pun melaju sesuai rute. Dari terminal Depok- Jl. Margonda – Jl. Siliwangi – Jl- Tole Iskandar –
Simpangan Depok – Jl. Raya Bogor – Pintu Tol Cisalak – Tol Cijago – Pintu Tol
Cibubur – Stasiun LRT Harjamukti.
Lumayan bisa jalan-jalan lihat kota Depok. Apalagi Trans Depok ini berhenti di beberapa titik. Dan sebenarnya, saya pun sudah pernah melewati
jalur ini saat naik motor dulu. Jadi semakin hapal lagi. Bahkan sebenarnya,
saya bisa saja naik Biskita dari pemberhentian bus di Nurul Falah. Tapi seru
kan, kalau naik Teman Bus ini dari Titik keberangkatan sampai ke titik tujuan
akhir.
Alhamdulilla, perjalanan lancar. Mungkin karena hari Minggu
jadi jalanan lenggang, Entah kalau hari biasa. Apalagi tidak melalui jalur khusus bus. Penumpang juga tidak ramai dan
silih berganti turun. Hanya ada 5 penumpang termasuk saya yang turun di titik
akhir perjalanan.
Akhirnya pukul 12.18 WIB, Teman Bus yang saya tumpangi tiba
di Stasiun MRT Harjamukti dari titik awal berngakat itu pukul 11.40 WIB. Jadi perjalanan dari Terminal Depok sampai ke Stasiun
Harjamukti sekitar kurang dari 1 jam. Dan kehadiran Teman Bus koridor 1 ini jelas
sangat membantu warga Depok terintegrasi dengan MRT untuk sampai ke tempat kerja masing-masing di Jakarta.
Akhirnya, saya bisa merasakan juga naik Trans Depok juga. Senang? Sudah pasti, dong! Apalagi ini secara spontan saja. Saya pun bergegas melanjutkan tujuan
awal saya menuju Masjid Istiqlal. Ehm.. saya pun tercenung sejenak. Kira-kira
saya akan naik apa ke sana ya? Aah.. saya sudah tahu caranya. Iikuti di postingan berikutnya ya.... Selamat jalan-jalan.



.jpeg)


Komentar
Posting Komentar