Beberapa waktu lalu, saya Kembali mengunjungi Rangkasbitung. Tujuan saya selain ke Museum Multatuli, juga alun-alun Rangkasbitung dan melipir sejenak di stasiun Jatake yang berada di antara stasiun Cicayur dan stasiun Parung Panjang.
Pastinya untuk sampai ketiga tempat itu, saya harus melalui
dulu perjalanan dari Stasiun Pondok Cina Depok, lalu transit di stasiun Manggarai. Kemudian lanjut naik KRL menuju
stasiun Tanah Abang, baru lanjut naik KRL menuju stasiun Rangkasbitung.
Perjalanan memang Panjang dan harus melalui 3 provinsi. Dari
provinsi Jawa Barat, provinsi DKI Jakarta, lalu provinsi Banten. Tapi saya sangat
bersyukur karena adanya KRL Dengan tarif 8 ribu, saya dari Depok bisa sampai
ke Rangkasbitung. Sangat pas di hati dan kantong hehehe
Sebenarnya, saya sudah beberapa kali ke Rangkasbitung,
termasuk pernah jalan-jalana juga sampai ke Merak. Nah yang membuata saya
pangling, sekarang stasiun Rangkasbitung sudah sangat bagus. Memang sih, saat
ke sana sebelumnya, saya sempat merasakan masa renovasi stasiun juga.
Makanya ada excited tersendiri saat KRL yang saya tumpangi
sampai di stasiun yang dibangun oleh perusahaab kereta api kolonial Belanda
Staatsspoorwegan (SS) dan mulai beroperasi pada tanggal 1 Oktober 1899. Stasiun
Rangkasbitung merupakan bagian dari proyek jalur kereta api dari Tanah Abang menuju Anyer Kidul yang
beroperasi sekitar tahun 1896-1900. Pantas saja ya. Untuk ke Rangkasbitung
memang wajib dari stasiun Tanah Abang.
Saya pun langsung bergegas turun begitu KRL benar-benar
berhenti di stasiun Rangkasbitung, saya dengan bersemangat langsung turun. Tapi
tentu saja, saya tidak langsung bergegas meninggalkan peron. Saya mengamati
dulu sekeliling. Ehm.. benar-benar bagus. Sangat berbeda dengan beberapa bulan
lalu karena dalam masa Pembangunan.
Selanjutnya, saya pun bergegas naik ke atas. Wih.. tangganya
tinggi sekali. Lumayan juga butuh ekstra bagi saya yang tahun ini sudah setengah abad
hahaha. Namun dengan semangat 45, akhirnya saya bisa sampai di atas juga.
Sampai di atas saya Kembali takjub. Langit-langitnya tinggi. Ini membuat tidak gerah. Apalagi terpasang juga kipas angin besar.
Nah sebelum keluar. Saya ke toilet dulu.
Daripada nanti di luar susah cari toilet kan. Apalagi saya berencana akan jalan
kaki saja ke Museum Multatuli. Dan toiletnya bersih dan kinclong. Banyak tempat
buang air kecil jadi tidak perlua antre
Usai membuang muatan, saya pun berjalan menuju pintu keluar.
Sambil berjalan, kedua mata saya tetap tengok kanan kiri. Saya melihat ada
fasilitas kursi yang banyak dan nyaman. Pastinya ada kursi prioritas juga.
Setelah tab kartu E-money, rencananya saya akan turun tangga menuju pintu keluar. Eh, tapi ada
Sesutu yang menarik hati. saya pun berganti Haluan dulu. Dan Woew.. ada jalanan yang menarik hati desainnya. Pastinya saya tidak ketinggakan untuk selfie di sini. Walau haus
sabar juga karena banyak orang berlalu Lalang karen aini menag jalan keluar
stasiun yang lewat pasar
Kelar selfie saya pun memutuskan keluar. Hari sudah mulai
agak siang dn sya harus bergegas. Saya pun berjalan melewati loket tiket. Setelh
itu saya turun tangga menuju keluar.
pokoknya stasiun Rangkasbitung yang baru ini tidak hanya megah, tapi juga bersih. Tempat sampah juga sudah tersedia di mana-mana. Jadi para penumpang wajib menjaga kebersihan juga untuk kenyamanan bersama.

.jpeg)





Komentar
Posting Komentar