Langsung ke konten utama

Masjd Al-Ikhlas PIK 2 yang Meneduhkan Mata dan Hati

 


Setelah merasakan pengalaman pertama naik Trans Depok, akhirnya dari terminal Depok, saya sampai juga di stasiun LRT Harjamukti sebagai pemberhentian terakhir. Saya pun bergegas turun. Teman bus akan kembali menuju terminal Depok setelah menaikkan berapa penumpang. 


Mau lanjut naik apa ya?

Sejenak saya tercenung. Ehm.. saya mau lanjut naik apa, ya ke stasiun Juanda? Alternatif paling pas sih, naik LRT, lalu turun stasiun di Cawang Cikoko. Nanti pindah ke jalur KRL. Dari sana tinggal nunggu KRL dan turun di stasiun Juanda.  Atau bisa juga saya berjalan kaki menuju halte Transjakarta depan mall Cibubur Junction. Lalu naik 7C sampai di halte Cawang Cililitan. Dari sana,saya tinggal mencari transjakarta menuju Stasiun Juanda.

Tapi setelah saya pikir-pikir, kalau saya langsung ke  stasiun Juanda lalu ke masjid Istiqlal, kayaknya kecepatan. Saya ngapain saja di sana sampai bedug magrib? Bisa mati gaya saya hehehe. Bagusnya saya jalan dulu. Tapi mau ke mana, ya?


Rencana berubah

Tiba -tiba saya kok kepikiran mau ke masjid Al Ikhlas di PIK 2 saja. Kebetulan semalam, saya  lihat postingannya di tiktok. Masjidnya keren dan baru diresmikan 15 Januari 2026. 

Yess.. rencana saya sudah bulat kayak tahu bulat digoreng dadakan. Ayaa mau ke sana. Maka saya pun kembali menyusun rencana. Yang tadinya tujuan ke stasiun Juanda, sekarangg menjadi ke Blok M karena saya harus naik transjakarta T31 dari Blok M ke PIK 2.

Nah, kembali saya memikirkan naik apa ke Blok M? Bisa sih, naik LRT dari Stasiun Harjamukti lalu nanti turun di Stasiun Dukuh Atas. Dari sana tinggal pindah ke jalur Transjakarta, lalu naik no 1 tujuan Blok M. 

Tapi setelah cek tarifnya, eh lumayan juga ongkosnya sekitar 20 ribu. Padahal semboyan jalan-jalan saya,  kalau ada transportasi yang pas di hati dan kantong, buat apa naikbyang mahal hahaha. Apalagi saya lagi santai iji. Tidak buru-buru dikejar waktu.


Mari gaskeun menuju Pik

Akhirnya saya memutuskan naik transjakarta saja. Maka saya pun berjalan menuju ke halte transjakarta Cibubur. Sesuai rute, saya naik no 7c lalu turun di Cawang Cililitan. Nyambung lagi naik Transjakarta 7A. Lalu lanjut 9c dan turun di halte Senayan bank DKI. Baru setelah itu naik 1 jurusan blok M. 

Alhamdulillah perjalanan lancar. Saya pun dari halte caranya cililitan dapat tempat duduk. Akhirnya saya sampai di terminal blok M.

Setelah turun dari Tije, saya keluar jalur Transjakarta dulu, baru kemudian masuk lagi ke jalur 5. Nah di jalur 5 ini, Selain rute PIK 2 ada iya P11 jurusan Bogor dan S61 jurusan Blok M- Alam Sutera . San ternyata ada rute 1W juga jurusan Blok M- Ancol.

Kebetulan saya sudah pernah naik P11 yang tidak termasuk jalur panjang juga. Dan ehm, begini rasanya naik P11 dari Blok M ke Bogor. Saya pun juga akhirnya naik S61 dan jalan-jalan ke Alam Sutera.

Setelah tab kartu, saya lalu menuju tempat menunggu T31. Tampak ada 3 penumpang yang sudah menunggu. Setelah menunggu sekitar 15 menit, T31 pun datang. Saya pun bergegas naik dan memilih tempat duduk favorit saya. Di mana coba? Yes kursi paling belakang. Dekat jendela. Bisa sisi Kanan atau kiri


Akhirnya T31 melaju dengan lancar. Penumpang belum padat. Mungkin karena hari Minggu ya. Jadi bebas hambatan. Walau sudah tahu akan turun di mana, tapi saya tetap bertanya untuk memastikan. 



Saya pun bertanya pada mas-mas yang duduk di samping saya. Benar. Saya nanti turun di halte Simpang 4. Lalu berjalan kaki. Jalannya agak jauh, Mas, karena di belakang ruko-ruko. Mendengar kata agak jauh saya jadi berpikir juga. Apakah jauh? sejauh apa?


Sampai di Majid Al-Ikhlas 

Akhirnya Transjakarta. Yang saya tumpangi sampai juga di titik pemberhentian bus yang saya tuju. Yaitu Simpang  Empat Setelah mengucapkan terima kasih pas pada sopir dan mas kondektur, saya pun bergegas turun. Dari tempat saya turun, masjid Al ikhlas sudah terlihat. Bahkan petunjuk masjid yang sengaja dipasang saat peresmian masih ada. Ini pastinya memudahkan orang yang akan ke sana.


Saya pun tersenyum karena ternyata jalan kakinya tidak terlalu jauh. Malah termasuk dekat bagi saya yang suka berjalan kaki. Dari kejauhan sudah terlihat' kemegahan Masjid Al-Ikhlas. Tampak banyak jamaah yang datang juga.


Karena saya belum  salat Dzuhur dan sudah mendekati waktu salat Ashar, maka saya bergegas masuk ke ruang wudhu pria. Ternyata ini sekalian ruang tempat penyimpanan alas kaki. Tempatnya wudhunya bagus dengan kran air yang unik. 




Usai wudhu saya pun  bergegas salat Dzuhur. Stelah itu saya sengaja duduk diam menunggu salat ashar. Saya pun  menyempatkan mengambil foto dengan cepat, sambil menikmati keindahan masjid al ikhlas . 



Walau hanya satu lantai, tapi terasa sangat luas dan bisa menampung banyak jamaah. Langit-langitnya tinggi dan indah. Karpet tebal tebal dan lembut berwarna biru, sangat teduh di mata dan hati.




Usai Salat Ashar berjamaah, saya pun bergegas keluar. Hari menjelang sore, dan saya harus bergegas ke masjid istiqlal. Saya pun menyempatkan dulu mengambil beberapa foto di luar masjid. Selain aya, pastinya jamaah lai juga tidak ketinggalan mengabadikan foto.



Biar tenang di perjalanan naik Transjakarta, saya menyempatkan diri usk ke toilet dulu utuk buang air kecil. Tetu saja toiletnya bagus dan bersih.  Tepat pipis pun banyak jadi tidak perlu mengantre.




Akhirnya saya pun  bergegas menuju tempat pemberhentian Transjakarta T31. Ada 3 orang juga yang ikut menunggu bus. Semoga next saya bisa mengunjungi Masjid Al-Ikhlas ini lagi.  Aamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Seru Pergi Pulang Bogor-Cipanas lewat Jalur Puncak

  Foto : Dewi Puspa Selama ini, saya selalu mendengar orang pergi liburan ke puncak Bogor yang memang sepertinya mempunyai magnet tersendiri. Kadang kalau ada long weekend, pasti orang akan berbondong-bondong ke puncak. Makanya saya langsung teringat pernah nonton di televisi, liputan orang-orang yang menawarkan penginapan atau villa di pun pak Bogor. Mereka berdiri atau duduk di sepanjang jalan sambi memegang papan bertuliskan "Sewa Villa. Atau pernah juga saya menonton jasa Ganjal ban mobil saat posisi mobil sedang berada di tanjakan dan sedang macet. Ke Puncak Bogor, yuk! Rabu 26 Februari 2025, akhirnya saya merasakan sendiri perjalanan pergi pulang Bogor-Cipanas melalui puncak Bogor. Jadi ceritanya, saya diajak oleh ClicKompasiana & Kreatoria berkunjung ke Istana Kepresidenan Cipanas. Tentu saja saya senang sekali. Seperti mimpi saja bisa menginjakkan kaki di istana Kepresidenan seluas 26 Hektar itu. Foto : Kang Bugi Saya berangkat pagi naik KRL  dari stasiun Pondok Ci...

Akhirnya naik kereta api Rangkasbitung Merak setelah 2 kali Gagal

  Setelah gagal 2x naik kereta Api Rangkasbitung-Merak, akhirnya, pada hari minggu, 9 Maret 2025, saya berhasil naik  juga pada percobaan ketiga hahaha. Segitu senangnya saya hahaha. Keingian Naik Kereta Comuterline Rangkasbitung-Merak Sejak naik kereta Walahar PP dari Cikarang ke Karawang saat eksplor stasiun kereta Whoosh Karawang  lalu dilanjutkan ngebakso pertama kali di Karawang , saya kok ingin mencoba kereta lokal lainnya. Adalah Mbak Utari, teman blogger dan penulis cerita anak yang mempromosikan kereta lokal Rangkasbitung-Merak. Kebetulan Mbak Utari tugasnya di serang, jadi memang sering naik kereta commuter line itu. Oke siap. Namanya saya penasaran, makanya saya pun ingin segera mewujudkan list saya itu. Apalagi tiketnya sangat pas di hati dan kantong. Hanya 3000 rupiah saja. Maka pada suatu hari di hari libur nasional, saya pun meniatkan diri untuk mencoba naik kereta lokal Rangkasbitung-Merak. Sesuai arahannya, dari stasiun Pondok Cina Depok, saya menuju ke M...

Keuntungan Jalan-Jalan Saat Bulan Puasa

Puasa kok jalan-jalan? Apa tidak capek dan haus? Terus batal puasanya. Saat puasa bulan Ramadan kan enaknya ngadem rebahan di rumah sambil nonton drakor. Eh.. hahaha. Saya juga awalnya berpikiran seperti itu. Kayak kurang kerjaan saja ya, bulan puasa malah keluyuran ke tempat wisata. Memang tidak ada hari lain? Tapi, kalau dipikirkan terus, maka saya tidak akan pernah tahu, bagaimana rasanya jalan-jalan saat puasa Ramadan.  Namanya juga penasaran, kan? Pengi beda gitu dengan yang lainnya. Karena yang bed aitu.. sesuatu hahaha. Lagian kalau saya jalan-jalannya pas hari lebaran, itu sudah biasa.. halah.. Gayane saya ini. Apalagi saya kan freelance. Jadi dari segi waktu memang lebih fleksibel. Jadi pas lebaran, saat orang desak-desakan di tempat wisata atau bermacet-macet ria di jalan, saya sudah santai di rumah makan ketupat opor ayam, sambal goreng ati hahaha. Nah, jalan jalan pas puasa itu, pernah saya lakukan saat masih berada di Kebumen. Saya susuri beberapa Pantai pantai di kebu...